Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Uraian Tugas Tim Satgas Covid-19 Pada Satuan Pendidikan/ Sekolah



Pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah Indonesia dengan protokol kesehatan yang ketat. Pembelajaran tatap muka hanya dapat dilakukan oleh satuan pendidikan yang berada pada zona hijau dan kuning berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional serta memperoleh ijin dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan setempat.

Sekolah yang berada pada zona oranye dan merah berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Nasional dilarang melakukan pembelajaran tatap muka dan tetap melakukan belajar dari rumah (BDR). 

Adapun satuan pendidikan yang terlebih dahulu melaksanakan pembelajaran tatap muka pada zona hijau dan kuning adalah jenjang SD/MI, Paket A Sekolah Luar Biasa, SMP/MTs, SMA/MA/SMK/MAK/SMTK/SMAK dan Paket C. Sedangkan sekolah pada jenjang PAUD/TK/RA/BA/TK Luar Biasa/PAUD nonformal (KB), TPA, PAUD sejenis (SPS) paling cepat 2 (dua) bulan setelah pembelajaran tatap muka dimulai pada jenjang dasar dan menengah.

Pembelajaran tatap muka wajib memperhatikan kesehatan dan keselamatan semua warga satuan pendidikan. Dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 di satuan pendidikan, Kepala Sekolah yang akan membuka kegiatan belajar tatap muka pada zona hijau dan kuning bertanggung jawab untuk memastikan paling sedikit kesediaan sarana sanitasi kebersihan, memiliki alat pengukur suhu tubuh tembak (thermogun), menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan membentuk satuan tugas (Satgas) penanganan Covid-19 pada satuan pendidikan dengan komposisi sebagai berikut ;

1). Tim pembelajaran, psikososial, dan tata ruang
2). Tim kesehatan, kebersihan, dan keamanan
3). Tim pelatihan dan humas.

Berikut uraian tugas Satgas penanganan Covid-19 di sekolah sebagaimana tertuang dalam lampiran SKB 4 Menteri yang ditetapkan pada tanggal 7 Agustus 2020.

Tim pembelajaran, psikososial, dan tata ruang
  1. Melakukan pembagian kelompok belajar dalam rombongan belajar yang sama dan pengaturan jadwal pelajaran untuk setiap kelompok dalam rombongan belajar sesuai dengan ketentuan pada masa transisi.
  2. Melakukan pengaturan tata letak ruangan dengan memperhatikan : (a) jarak antar-orang duduk dan berdiri atau mengantri minimal 1,5 (satu koma lima) meter, dan memberikan tanda jaga jarak antara lain pada area ruang kelas, kantin, tempat ibadah, lokasi antar/jemput peserta didik, ruang pendidik, kantor dan tata usaha, perpustakaan, dan koperasi; (b) kecukupan ruang terbuka dan saluran udara untuk memastikan sirkulasi yang baik; (c)  apabila sirkulasi udara di dalam kelas kurang baik atau ventilasi ruangan kelas tidak memadai, pembelajaran tatap muka disarankan dilakukan di ruangan terbuka di lingkungan sekolah.
  3. Melakukan pengaturan lalu lintas 1 (satu) arah di lorong/koridor dan tangga. Jika tidak memungkinkan, memberikan batas pemisah dan penanda arah jalur di lorong/koridor dan tangga.
  4. Menerapkan mekanisme pencegahan perundungan bagi warga satuan pendidikan yang terstigma COVID-19 sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.
  5. Mempersiapkan layanan bantuan kesehatan jiwa dan psikososial bagi seluruh warga satuan pendidikan
Tim Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan
  1. Membuat prosedur pemantauan dan pelaporan kesehatan warga satuan pendidikan. Pemantauan kesehatan berfokus kepada gejala umum seperti: (a) suhu badan ≥37,3oC, (b) batuk, (c) sesak nafas, (d) sakit tenggorokan, (e) pilek.  Pemantauan dilaksanakan setiap hari sebelum memasuki gerbang satuan pendidikan oleh tim kesehatan. Jika warga satuan pendidikan memiliki gejala umum, wajib diminta untuk kembali ke rumah untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 (empat belas) hari. Jika gejala memburuk dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
  2. Memberikan informasi kepada kepala satuan pendidikan terkait kebutuhan penyediaan sarana prasarana kesehatan dan kebersihan sesuai pada daftar periksa.
  3. Melakukan pembersihan dan disinfeksi di satuan pendidikan setiap hari selama 1 (satu) minggu sebelum penyelenggaraan tatap muka dimulai dan dilanjutkan setiap hari selama satuan pendidikan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, antara lain pada lantai, pegangan tangga, meja dan kursi, pegangan pintu, toilet, sarana CTPS dengan air mengalir, alat peraga/edukasi, komputer dan papan tik, alat pendukung pembelajaran, tombol lift, ventilasi buatan atau AC, dan fasilitas lainnya. 
  4. Membuat prosedur pengaturan pedagang kaki lima dan warung makanan di sekitar lingkungan satuan pendidikan.
Tim Pelatihan dan Humas
  1. Melakukan sosialisasi kepada para pemangku kepentingan di lingkungan satuan pendidikan, khususnya orang tua/wali peserta didik, terkait: (1) tanggal mulainya pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan beserta tahapannya, pembagian rombongan belajar dan jadwal pembelajaran per rombongan belajar; (2) metode pembelajaran yang akan digunakan;(3) langkah pengendalian penyebaran COVID-19 di tingkat satuan pendidikan;(4) hal yang perlu dipersiapkan oleh peserta didik dan orang tua/wali peserta didik; dan( 5) keterlibatan masyarakat di sekitar satuan pendidikan.
  2. Menempelkan poster dan/atau media komunikasi, informasi, dan edukasi lainnya pada area strategis di lingkungan satuan pendidikan, antara lain pada gerbang satuan pendidikan, papan pengumuman, kantin, toilet, fasilitas CTPS, lorong, tangga, lokasi antarjemput, dan lain-lain yang mencakup: (1) informasi pencegahan COVID-19 dan gejalanya; (2) protokol kesehatan selama berada di lingkungan satuan pendidikan;(3) informasi area wajib masker, pembatasan jarak fisik, CTPS dengan air mengalir serta penerapan etika batuk/bersin.(4) ajakan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS);(5) prosedur pemantauan dan pelaporan kesehatan warga satuan pendidikan;(6) informasi kontak layanan bantuan kesehatan jiwa dan dukungan psikososial.
  3. Mempersiapkan peningkatan kapasitas yang mencakup: (1) protokol kesehatan sesuai panduan dalam Keputusan Bersama ini, yang dilaksanakan sebelum masa pembelajaran tatap muka dimulai; dan (2) peningkatan kapasitas bagi tenaga kebersihan, yang dilaksanakan sebelum masa pembelajaran tatap muka dimulai berupa pelatihan tata cara dan teknik pembersihan lingkungan satuan pendidikan.
  4. Menyampaikan protokol kesehatan untuk tamu.