Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penguatan PPK pada Sekolah dan Madrasah


Kementerian Agama menerbitkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Penguatan Pendidikan Karakter sebagai bentuk melaksanakan ketentuan pasal 14 Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2017 tentang Pendidikan Karakter.

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari gerakan nasional revolusi mental.

Penyelenggaraan PPK mempunyai tujuan untuk peningkatan penerapan nilai-nilai agama dan Pancasila dalam Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan.

Penyelenggaraan PPK sebagaimana maksud pasal 3 PMA Nomor 2 Tahun 2020 terdiri atas :
  1. PPK melalui Pendidikan Agama pada sekolah
  2. PPK pada Madrasah
  3. PPK pada pendidikan tinggi
  4. PPK pada jenis Pendidikan Keagamaan
  5. PPK pada pendidikan jalur informal
Penguatan Pendidikan Karakter melalui Pendidikan Agama pada Sekolah

Penguatan Pendidikan Karakter melalui Pendidikan Agama pada Sekolah terdiri dari Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Agama Kristen, Pendidikan Agama Katolik, Pendidikan Agama Hindu, Pendidikan Agama Buddha dan Pendidikan Agama Khonghucu diselenggarakan pada taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan sekolah menengah kejuruan.

PPK melalui Pendidikan Agama dilakukan terintegrasi dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler melalui implementasi berbasis kelas, budaya sekolah dan berbasis masyarakat.

Implementasi berbasis kelas

Implementasi berbasis kelas dapat dilakukan dengan cara :
  1. Mengintegrasikan proses pembelajaran dengan implementasi nilai–nilai agama
  2. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dengan memperhatikan implementasi nilai–nilai agama
  3. Memperkuat manajemen kelas, pemilihan metode pembelajaran, dan penilaian yang berbasis pada implementasi nilai-nilai agama
  4. Mengembangkan muatan lokal bernuansa implementasi nilai-nilai agama.
Implementasi berbasis budaya sekolah

Implementasi berbasis budaya sekolah dapat dilakukan dengan cara :
  1. Mengembangkan visi dan misi sekolah bernuansa implementasi nilai-nilai agama
  2. Membiasakan nilai-nilai moderatisme agama pada kehidupan sekolah
  3. Mengembangkan keteladanan di lingkungan sekolah
  4. Melibatkan ekosistem sekolah
  5. Memberikan ruang pengembangan potensi siswa
  6. Memberdayakan manajemen sekolah
  7. Mengembangkan norma, peraturan, dan tradisi sekolah bernuansa implementasi nilai-nilai agama. 
Implementasi berbasis masyarakat

Implementasi berbasis masyarakat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  1. Sinkronisasi program PPK melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan orang tua
  2. Pelibatan lembaga atau komunitas yang menyediakan sumber pembelajaran
  3. Sinergitas PPK dengan layanan pendidikan keagamaan nonformal.
Penguatan Pendidikan Karakter pada Madrasah

PPK pada Madrasah diselenggarakan di raudlatul athfal, Madrasah ibtidaiyah, Madrasah tsanawiyah, dan Madrasah aliyah dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai agama Islam dalam kegiatan intrakurikuier, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Penyelenggaraan PPK pada Madrasah dilaksanakan selama 6 (enam) hari dalam 1 (satu) minggu, serta selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu hanya dapat dilaksanakan oleh satuan Madrasah yang telah menyelenggarakan PPK sebelum PMA 2 Tahun 2020 berlaku.

Pengintegrasian nilai-nilai agama Islam diselenggarakan melalui implementasi berbasis kelas, berbasis budaya Madrasah dan berbasis masyarakat.

Implementasi berbasis kelas 

Implementasi berbasis kelas dilakukan dengan cara :
  1. Mengembangkan hubungan harmoni pendidik-peserta didik dalam jalinan yang dijiwai oleh nilai-nilai agama Islam
  2. Mengembangkan inovasi kurikulum yang mengembangkan model pembelajaran dan penilaian berbasis karakteristik mata pelajaran
  3. Mengintegrasikan nilai–nilai agama Islam dalam proses pembelajaran pada semua mata pelajaran
  4. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dengan memperhatikan implementasi nilai–nilai agama Islam
  5. Memperkuat manajemen kelas, pemilihan metode pembelajaran, dan penilaian yang berbasis pada implementasi nilai-nilai agama Islam
  6. Memperkuat implementasi nilai-nilai agama Islam dalam kegiatan kokurikuler
  7. Mengembangkan muatan lokal bernuansa implementasi nilai-nilai agama Islam.
Implementasi berbasis budaya Madrasah

Implementasi berbasis budaya Madrasah dapat dilakukan dengan cara :
  1. Mengembangkan visi dan misi Madrasah yang dijiwai nilai-nilai agama Islam
  2. Memberdayakan manajemen berbasis Madrasah
  3. Mengembangkan nilai-nilai moderatisme agama Islam pada kehidupan Madrasah
  4. Mengembangkan keteladanan di lingkungan Madrasah
  5. Melibatkan ekosistem Madrasah sebagai system
  6. Memberikan ruang pengembangan potensi siswa melalui kegiatan ekstakurikuler
  7. Mengembangkan norma, peraturan, dan budaya Madrasah yang dijiwai nilai-nilai agama Islam.
Implementasi berbasis masyarakat

Implementasi berbasis masyarakat dilakukan dengan cara berikut :
  1. Sinkronisasi program PPK melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan orang tua
  2. Pelibatan lembaga atau komunitas yang menyediakan sumber pembelajaran
  3. Sinergitas PPK dengan layanan pendidikan keagamaan Islam nonformal.