Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Petunjuk Pelaksanaan Belajar Dari Rumah Masa Darurat Covid-19


Pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19 ditetapkan sebagai bencana nasional non alam melalui Keppres 12 Tahun 2020. Covid-19 di Indonesia telah berdampak terhadap meningkatnya jumlah korban dan kerugian serta meluasnya cakupan wilayah Indonesia yang terdampak. Bencana non alam Covid-19 di Indonesia menimbulkan implikasi pada berbagai aspek, termasuk dunia pendidikan.

Guna untuk pemenuhan hak peserta didik dalam memperoleh layanan pendidikan selama masa darurat Covid-19 di Indonesia, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah.

Belajar dari rumah dilakukan dengan pembelajaran jarak jauh daring (dalam jaringan) atau luring dengan tetap memperhatikan dan mematuhi protokol penanganan Covid-19.

Belajar dari rumah dilaksanakan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dibagi ke dalam 2 (dua) pendekatan :
  1. Pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (daring)
  2. Pembelajaran jarak jauh luar jaringan (luring)
Dalam pelaksanaan PJJ, satuan pendidikan dapat memilih pendekatan (daring atau luring atau kombinasi keduanya) sesuai dengan ketersediaan dan kesiapan sarana dan prasarana. 

Tujuan dari petunjuk pelaksanaan belajar dari rumah selama darurat Covid-19 adalah untuk :
  1. Memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat COVID-19
  2. Melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk COVID-19
  3. Mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 di satuan pendidikan
  4. Memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik dan orang tua/wali.
Belajar dari rumah dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Berikut pedoman/ petunjuk penyelenggaraan belajar dari rumah dalam masa darurat penyebaran covid-19.