Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Download Petunjuk Teknis Penyaluran TPG Madrasah Tahun 2019



Penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) Madrasah adalah Guru Madrasah yang berstatus Pegawai Negeri Sipil melaksanakan tugas di Madrasah negeri/swasta atau Madrasah.

Guru madrasah  yang berhak mendapatkan Tunjangan   Profesi  Guru  ditetapkan    oleh  Pejabat Pembuat   Komitmen    (PPK) melalui    Surat  Keputusan    yang  disahkan    oleh   Kuasa    Pengguna Anggaran    (KPA)   pada satuan   kerja   Kantor   Kementerian   Agama   Kabupaten/Kota  dan/atau Madrasah  Negeri.  Besaran Tunjangan   profesi madrasah  sebagai  berikut:

  1. Guru   PNS  diberikan    tunjangan   sebesar gaji  pokok per bulan.
  2. Guru   Bukan   PNS yang  sudah   disetarakan     (inpassing) diberikan   tunjangan    sebesar 1 (satu)   kali    gaji   pokok    per   bulan   disesuaikan   dengan  memperhatikan  Pangkat, Golongan,  Jabatan dan Kualifikasi  Akademik yang berlaku  bagi guru   PNS sebagaimana tercantum  dalam   SK  Inpassing, tidak  memperhitungkan     ketentuan   masa  kerja  sesuai dengan ketentuan peraturan  perundang-undangan.
  3. Guru Bukan  PNS yang belum disetarakan  (non inpassing) diberikan   tunjangan   profesi sebesar Rp.   1.500.000,-  (satu  juta  lima  ratus  ribu  rupiah)  per  bulan   sesuai dengan ketentuan peraturan  perundang-undangan.
Kriteria Guru Penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) Madrasah

Kriteria guru  madrasah  penerima Tunjangan  Profesi Guru sebagai berikut:

  1. Guru yang mengajar pada satuan pendidikan  dengan satminkal  binaan Kementerian Agama.
  2. Pengawas  sekolah pada  madrasah  yang melaksanakan tugas kepengawasan  pada satuan pendidikan  binaan  Kementerian  Agama.
  3. Memenuhi  Kualifikasi   Akademik minimal S-1 atau  D-IV.  Khusus  Guru   PNS yang  masih golongan II  namun sudah  lulus  Sl-1/D-IV  sebelum tanggal  31 Desember 2015 dan  telah memenuhi persyaratan  yang  diatur   melalui  Surat   Sekjen   Kementerian Agama  Nomor 7362/SJ/Kp.01.1/10/2016   tentang Pemutihan Tugas atau Izin Belajar bagi Pegawai Negeri Sipil  Kementerian  Agama.
  4. Memiliki  sertifikat  pendidik  yang telah diberi satu NRG yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikandan telah tercatat di SIMPATIKAmelalui format S26e. Setiap guru hanya memiliki satu NRG walaupun guru yang bersangkutan memiliki satu atau lebih sertifikat  pendidik.
  5. Memiliki   SKBK   dan  SKMT  yang   diterbitkan  oleh   instansi    Kementerian Agama  melalui SIMPATIKA dan  ditandatangani oleh  pejabat terkait sesuai  dengan kewenangannya.
  6. Terdaftar pada Surat Keputusan Penetapan Penerima  Tunjangan Profesi Guru (S36e ... ) yang diterbitkan  dari SIMPATIKA.
  7. Bagi  GBPNS yang  telah Inpassing,   wajib tercatat  di  SIMPATIKA sebagai validitas status Inpassing  dan kesetaraan golongannya.
  8. Ketentuan Jumlah   peserta  didik dalam satu   rombongan   belajar dan  jumlah  rombongan belajar pada madrasah mengacu   ke Surat keputusan Direktur   Jenderal  Pendidikan  Islam Nomor 631 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis  Penerimaan  Peserta  Didik Baru Raudhatul Athfal,  Madrasah Ibtidaiyah,  Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah,  dan Madrasah Aliyah Kejuruan Tahun Pelajaran  2019/2020.
  9. Bertugas pada madrasah yang memiliki   izin  operasional   penyelenggaraan  pendidikan dari Kementerian Agama dan  memenuhi  rasio  peserta didik terhadap guru.   Rasio peserta  didik terhadap guru adalah 15:  1  untuk jenjang RA/MI/MTs/MA dan 12 :  1  untuk jenjang  MAK. Rasio  dihitung berdasarkan jumlah  rata-rata peserta didik   dari  seluruh kelas/rombongan belajar yang diampu oleh setiap guru. Pemenuhan rasio dimaksud  dapat diberikan  dispensasi jika guru bertugas  di madrasah pada kondisi (Dispensasi  1) : (a) terletak  di daerah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal), (b) terletak   di  daerah  yang  secara geografis  dan/atau   demografis   menyebabkan   jumlah penduduknya  dan/atau   peserta didiknya  sangat  minim,  yang  ditunjukkan   melalui  surat keterangan  yang diterbitkan  oleh Kantor Kementerian  Agarha kabupaten/Kota, (c) madrasah yang menyelenggarakanpendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus (MILB,   MTsLB,MALB atau yang sejenis,
  10. Beban kerja guru dan pemenuhannya ditentukan berdasarkan kurikulum yang berlaku di satuan pendidikan baik satminkal maupun non satminkal.
  11. Beban kerja guru adalah paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1  (satu) pekan untuk mata pelajaran yang sesual dengan sertifikat  pendidik yang dimilikinya.  Kesesuaian mata pelajaran sertifikat pendidik sesuai dengan tabel linearitas di lampiran petunjuk teknis ini. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) atau Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada madrasah yang melaksanakan Kurikulum K-13 pada jenjang  MI, MTs, dan MA/MAK, membimbing paling sedikit 5 (lima) rombongan belajar per tahun.
  12. Beban kerja Kepala Madrasah diekuivalensi sebanyak 24 (dua puluh empat) jam dalam 1 (satu) pekan dengan sepenuhnya untuk melaksanakan tugas manajerial, mengembangkan kewirausahaan, dan melakukan supervisi kepada guru  dan tenaga kependidikan. Kepala Madrasah dapat melaksanakan tugas pembelajaran atau pembimbingan untuk memenuhi kebutuhan guru rnadrasah, Rincian ekuivalensi beban kerja Kepala Madrasah tercantum sebagaimanapada Lampiran.
  13. Pemenuhanbeban kerja dapat diperoleh dari bertugas sebagai guru di madrasah/sekolah lain di luar satminkalnya baik negeri maupun swasta, dengan ketentuan  paling sedikit mengajar 6 (enam) jam tatap muka pada satminkal madrasah.
  14. Pemenuhan beban  kerja dapat  diperoleh dari  ekuivalensi tugas  tambahan  guru  pada satminkal madrasah, baik tugas tambahan, maupun tugas tambahan lain.
  15. Tugas tambahan guru yang melekat pada pelaksanaan tugas pokok sesuai dengan beban kerja Guru meliputi:  (a) Wakil Kepala Madrasah; (b) Kepala Perpustakaan Satuan Pendidikan; (c) Kepala Laboratorium/    Kepala Bengkel; (d) Ketua Program Keahlian/ Program  Studi; (d) Pembimbing  khusus pada satuan pendidikan  yang menyelenggarakan inklusif  atau pendidikan  terpadu/Pembina  Asrama.
  16. Guru dengan  tugas  tambahan  sebagaimana  dimaksud  pada  nomor  15 huruf  a sampai   e diekuivalensikan     dengan  12 (dua  belas)  Jam   Tatap   Muka   per  minggu   bagi   Guru  mata pelajaran.    Bagi  guru   Bimbingan   dan   Konseling   atau   Guru   Teknologi    Informasi    dan Komunikasi   ekuivalensi   3 (tiga)  rombongan  belajar  per tahun.
Selengkapnya dapat dibaca pada Juknis Penyaluran TPG Madrasah, download Juknis TPG Madrasah Tahun 2019 di SINI

Terima kasih, semoga bisa bermanfaat untuk semua.