Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pendekatan Pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)


Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

PPK dilaksanakan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter terutama meliputi nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab.

Prinsip pelaksanaan PPK pada satuan pendidikan formal dilakukan dengan menggunakan prinsip sebagai berikut:
  • Berorientasi pada berkembangnya potensi peserta didik secara menyeluruh dan terpadu;
  • Keteladanan dalam penerapan pendidikan karakter pada masing-masing lingkungan pendidikan; dan
  • Berlangsung melalui pembiasaan dan sepanjang waktu dalam kehidupan sehari-hari.

PPK pada Satuan Pendidikan Formal diselenggarakan dengan mengoptimalkan fungsi kemitraan tripusat pendidikan yang meliputi :
  • Sekolah
  • Keluarga, dan
  • Masyarakat
Penyelenggaraan PPK yang mengoptimalkan fungsi kemitraan tripusat pendidikan dilaksanakan dengan pendekatan berbasis :
  • Kelas
  • Budaya sekolah, dan
  • Masyarakat.
PENDEKATAN PELAKSANAAN PPK


Pendekatan berbasis kelas dilakukan dengan :
  1. Mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran secara tematik atau terintegrasi dalam mata pelajaran sesuai dengan isi kurikulum;
  2. Merencanakan pengelolaan kelas dan metode pembelajaran/pembimbingan sesuai dengan karakter peserta didik
  3. Melakukan evaluasi pembelajaran/pembimbingan
  4. Mengembangkan kurikulum muatan lokal sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik.
Pendekatan berbasis budaya dilakukan dengan :
  1. Menekankan pada pembiasaan nilai-nilai utama dalam keseharian sekolah
  2. Memberikan keteladanan antar warga sekolah
  3. Melibatkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan di sekolah
  4. Membangun dan mematuhi norma, peraturan, dan tradisi sekolah
  5. Mengembangkan keunikan, keunggulan, dan daya saing sekolah sebagai ciri khas sekolah
  6. Memberi ruang yang luas kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi melalui kegiatan literasi.
  7. Khusus bagi peserta didik pada satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar atau satuan pendidikan jenjang pendidikan menengah diberikan ruang yang luas untuk mengembangkan potensi melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Pendekatan berbasis masyarakat dilakukan dengan :
  1. Memperkuat peranan orang tua sebagai pemangku kepentingan utama pendidikan dan Komite Sekolah sebagai lembaga partisipasi masyarakat yang menjunjung tinggi prinsip gotong royong
  2. Melibatkan dan memberdayakan potensi lingkungan sebagai sumber belajar seperti keberadaan dan dukungan pegiat seni dan budaya, tokoh masyarakat, alumni, dunia usaha, dan dunia industri
  3. Mensinergikan implementasi PPK dengan berbagai program yang ada dalam lingkup akademisi, pegiat pendidikan, lembaga swadaya masyarakat, dan lembaga informasi.