Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Syarat dan Tahapan Penerbitan NUPTK

NUTPK, Syarat

Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) merupakan kode referensi berupa nomor unik terdiri dari enam belas angka. NUPTK berfungsi sebagai identitas bagi guru atau tenaga kependidikan (GTK) dalam menjalankan tugas pada sekolah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sesuai dengan isi pasal 2 Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan nomor 1 tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Nomor Unik Pendidik Dan Tenaga Kependidikan, pengelolaan NUPTK bertujuan untuk ; meningkatkan tata kelola data Pendidik dan Tenaga Kependidikan,  memberikan identitas resmi kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan, memetakan kondisi riil data Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Satuan Pendidikan.
Pengelolaan NUPTK mulai dari proses penerbitan, penonaktifan dan reaktifitas dilakukan dalam jaringan atau online pada laman vervalptk.data.kemdikbud.go.id

Penerbitan NUPTK dilakukan oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan  (PDSPK) dengan tahapan penetapan calon penerima NUPTK dan penetapan calon penerima NUPTK. Calon penerima NUPTK adalah  pendidik dan tenaga kependidikan yang terdata dalam pangkalan data dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id atau dapo.paud-dikmas.kemdikbud.go.id, belum memiliki NUPTK dan bertugas pada satuan pendidikan yang memiliki NPSN. 

Adapun syarat untuk mendapatkan NUPTK sesuai dengan Persejen Kemdikbud nomor 1 tahun 2018 adalah sebagai berikut :
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • ijazah dari pendidikan dasar sampai dengan pendidikan terakhir
  • Bukti memiliki kualifikasi akademik paling rendah diploma IV (D-IV) atau strata 1 (S-1) bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Satuan Pendidikan Formal
  • Bagi yang berstatus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) melampirkan: (1). Surat Keputusan (SK) pengangkatan CPNS atau PNS, (2). SK penugasan dari Dinas Pendidikan;
  • Surat keputusan pengangkatan dari kepala Dinas Pendidikan bagi yang berstatus bukan PNS yang bertugas pada Satuan Pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah; dan
  • Telah bertugas paling sedikit 2 (dua) tahun secara terus menerus bagi yang berstatus bukan PNS pada Satuan Pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat yang dibuktikan melalui surat keputusan pengangkatan dari ketua yayasan atau badan hukum lainnya
Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang belum memiliki NUPTK dapat melakukan pengajuan permohonan penerbitan NUPTK pada laman vervalptk.data.kemdikbud.go.id dengan mengupload beberapa file PDF scan berikut ini :
  1. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  2. SK Pengangkatan yang di tanda tangani Bupati/Walikota/Gubernur/Dinas
  3. Ijasah SD/sederajat, SMP/sederajat, SMA/sederajat dan Ijasah setara S1 atau D4


Setelah proses pengajuan permohonan NUPTK, tahapan selanjutnya adalah dilakukan verifikasi dan validasi oleh Dinas Pendidikan Kab/Kota, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) dan PDSPK menerbitkan NUPTK apabila permohonan NUPTK telah memenuhi syarat. PDSPK menetapkan penerima NUPTK dan menginformasikan melalui laman gtk.data.kemdikbud.go.id/Data/Status.

Alur penerbitan NUPTK mulai dari upload file scan pada laman http://vervalptk.data.kemdikbud.go.id sebagai berikut :
Upload Dokumen > Approve Dinas > Approve LPMP > Penerbitan NUPTK


Untuk lebih jelasnya, proses penetapan calon penerima NUPTK dan penetapan penerima NUPTK sesuai dengan lampiran Persejen Kemdikbud nomor 1 tahun 2018, diuraikan sebagai berikut :

Penetapan Calon Penerima NUPTK
  1. Satuan Pendidikan melakukan input data pokok pendidikan melalui aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Selanjutnya Satuan Pendidikan melakukan sinkronisasi aplikasi Dapodik.
  2. PDSPK melakukan verifikasi dan validasi data Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) melalui sistem aplikasi VervalPTK. Data PTK hasil sinkronisasi aplikasi Dapodik kemudian dibandingkan dengan data PTK yang ada di database arsip.
  3. Jika NUPTK valid, maka dilakukan pencocokan data PTK sehingga status NUPTK menjadi valid
  4. Jika NUPTK tidak valid dan NUPTK kosong, maka data PTK tersebut dijadikan calon penerima NUPTK
  5. Jika NUPTK tidak valid dan NUPTK tidak kosong, maka dilakukan pencarian lebih lanjut
  6. Jika data PTK ditemukan sesuai, maka dilakukan pencocokan data PTK sehingga status NUPTK menjadi valid
  7. Jika data PTK tidak ditemukan, maka data PTK tersebut dijadikan calon penerima NUPTK.
  8. Satuan Pendidikan memeriksa data PTK yang sudah masuk daftar calon penerima NUPTK melalui sistem aplikasi VervalPTK. Kemudian, Satuan Pendidikan memberitahukan kepada PTK untuk menyiapkan dokumen persyaratan calon penerima NUPTK.

Penetapan Penerima NUPTK

  1. Pendidik atau Tenaga Kependidikan (PTK) menyiapkan dokumen persyaratan calon penerima NUPTK. Setiap dokumen (dokumen asli dan berwarna, bukan fotocopy) tersebut di-scan dan disimpan dalam bentuk salinan digital, kemudian diserahkan kepada Satuan Pendidikan untuk diunggah melalui sistem aplikasi VervalPTK.
  2. Satuan Pendidikan memeriksa kembali kelengkapan dokumen persyaratan dan memastikan sesuai dengan data di sistem aplikasi VervalPTK. Selanjutnya Satuan Pendidikan mengunggah semua dokumen persyaratan dan mengirim pengajuan melalui sistem aplikasi VervalPTK.
  3. Atdikbud atau Dinas Pendidikan sesuai kewenangannya melakukan verifikasi dan validasi data calon penerima NUPTK melalui sistem aplikasi VervalPTK. Atdikbud atau Dinas Pendidikan memeriksa validitas data dan dokumen persyaratan. Jika valid dan memenuhi persyaratan maka selanjutnya data tersebut diterima atau disetujui. Jika tidak valid dan ditolak maka diberikan alasannya. Pengajuan yang ditolak akan kembali menjadi calon penerima NUPTK.
  4. BPKLN, LPMP atau BP PAUD-DIKMAS sesuai kewenangannya melakukan verifikasi dan validasi data calon penerima NUPTK melalui sistem aplikasi VervalPTK. BPKLN, LPMP atau BP PAUD-DIKMAS memeriksa validitas data dan dokumen persyaratan. Jika valid dan memenuhi persyaratan maka selanjutnya data tersebut disetujui atau diterima. Jika tidak valid akan ditolak dan diberikan alasannya. Pengajuan yang ditolak akan kembali menjadi calon penerima NUPTK.
  5. PDSPK menerbitkan NUPTK melalui sistem aplikasi VervalPTK berdasarkan hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan oleh BPKLN atau LPMP/BP PAUD-DIKMAS.
Satuan Pendidikan memeriksa status penetapan penerima NUPTK melalui sistem aplikasi VervalPTK, kemudian menginformasikannya kepada PTK terkait. NUPTK yang sudah diterbitkan dapat dilihat melalui laman gtk.data.kemdikbud.go.id/Data/Status.