Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan




Pertumbuhan dan perkembangan individu dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat dikelompokkan pada faktor yang bersifat internal dan eksternal, atau dalam istilah Santrock (2007:19) menyebutnya dengan faktor nature dan nurture. Nature merujuk pada warisan biologis seseorang, sedangkan nurture pada pengalaman lingkungannya.

Faktor Internal

Faktor Hereditas
Hereditas merupakan faktor pertama yang mempengaruhi individu yang diturunkan oleh orang tua anak. Samsu Yusuf (2006:34) menguraikan bahwa yang diturunkan oleh orang tua pada anak-anaknya adalah sifat strukturnya dan bukan tingkah laku yang diperoleh sebagai hasil belajar atau pengalaman. Penurunan sifat-sifat ini mengikuti prinsip-prinsip sebagai berikut:
  • Reproduksi yang berarti penurunan sifat-sifatnya hanya berlangsung melalui sel benih.
  • Konformitas (keseragaman) dimana proses penurunan sifat akan mengikuti pola jenis (species) generasi sebelumnya, misalnya manusia akan menurunkan sifat-sifat manusia kepada anaknya
  • Variasi, karena jumlah gen-gen pada setiap pembuahan akan memiliki kemungkinan yang banyak pula. Dengan demikian untuk setiap proses penurunan sifat akan terjadi penurunan yang bervariasi, seperti kakak dan adik dimungkinkan memiliki sifat yang berbeda
  • Regresi fillial, yaitu penurunan sifat cenderung ke arah rata-rata

Proses Selama Kehamilan
Periode yang sangat vital berkenaan dengan faktor hereditas ini adalah masa kehamilan. Hurlock (1997:30) mengidentifikasi empat kondisi penting yang mempengaruhi perkembangan individu pada masa selanjutnya, yaitu pembentukan sifat bawaan, jenis kelamin, jumlah anak, dan urutan kelahiran anak:

1. Sifat Bawaan

Peristiwa penting pertama dalam masa kehamilan adalah penentuan sifat bawaan, dimana peristiwa ini hanya terjadi satu kali dalam seluruh rentang kehidupan individu. Kombinasi yang terbangun antar orang tua (ayah dan ibu, serta kakek dan nenek) sangat kompleks. Penentuan sifat bawaan mempengaruhi perkembangan individu pada masa selanjutnya. Perkembangan yang dimaksud mencakup dua hal penting, yaitu faktor keturunan yang membatasi sejauh mana individu dapat berkembang, serta sifat bawaan sepenuhnya merupakan faktor kebetulan, karena tidak ada cara untuk mengendalikan jumlah kromosom ibu dan ayah yang akan diturunkan pada anak.

2. Jenis Kelamin

Penentuan jenis kelamin individu merupakan unsur penting kedua yang terjadi pada saat pembuahan. Dua alasan penting mengapa penentuan jenis kelamin ini menjadi sangat penting, yaitu pertama, anak-anak dalam rentang kehidupannya akan senantiasa mendapatkan tuntutan, peran, serta peran budaya sesuai jenis kelaminnya. Kedua, pengalaman belajar yang diterima anak akan sangat ditentukan oleh jenis kelaminnya. Jenis permainan, tugas-tugas yang diemban, atau pengelom-pokkan-pengelompokkan yang terjadi, sering didasari oleh jenis kelamin anak itu sendiri. Anak-anak pada jenis kelamin tertentu akan dipandang normal, selaras, atau adequate, jika melakukan berbagai peran dalam pengalaman belajarnya yang sesuai dengan jenis kelaminnya.

3. Jumlah Anak

Peristiwa penting yang ketika pada saat kehamilan atau sesudahnya adalah menentukan jumlah anak yang akan dilahirkan. Sekalipun pada umumnya ibu melahirkan satu anak, akan tetapi menurut Meredith (Hurlock, 1997:31) sering juga terjadi kelahiran yang lebih dari satu. Data-data menunjukkan 1 dari 80 kelahiran terjadi kembar dua, 1 dari setiap 9.000 kelahiran terjadi kembar 3, dan 1 dari 570.000 terjadi kelahiran kembar empat.

4. Posisi Urutan Anak

Peristiwa penting keempat dalam masa kehamilan adalah penentuan urutan anak yang baru terbentuk diantara saudara-saudara lainnya. Sekalipun demikian, urutan posisi ini sangat mungkin berubah, seiring terjadinya kehamilan berikutnya. Artinya anak-anak yang semua menempati anak bungsu, akan sangat mungkin berganti urutan karena kelahiran adiknya. Posisi urutan ini menjadi bahan pertimbangan yang penting, karena menentukan peran sosial yang akan dihadapi oleh anak di masyarakatnya.

Faktor Eksternal 

1. Asupan Gizi

Faktor asupan gizi memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan jasmani anak yang pada gilirannya akan mempengaruhi lingkup perkembangan lain, seperti lingkup intelektual, bahasa, sosial-emosional, maupun nilai-nilai agama. Anak-anak yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan fisiknya lambat, akan memiliki banyak hambatan ketika anak melakukan kontak-kontak sosial, karena cenderung menarik diri dari lingkungan, dan sebaliknya lingkungan juga cenderung tidak banyak melibatkan, karena keterbatasan inisiatif yang dimiliki anak. Dalam konteks ini, proses tumbuh kembang anak dipengaruhi “tiga pilar utama” yaitu gizi, kesehatan dan stimulasi psikososial yang dilaksanakan secara terpadu.

Macam-macam zat gizi yang penting dan fungsinya masing-masing meliputi (Dokter Kecil, 2011)

Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber penghasil energi bagi tubuh manusia. Terdapat dua jenis karbohidrat yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana terdiri dari dua bagian yaitu monosakarida dan oligosakarida. Monosakarida dikelompokan menjadi glukosa, fruktosa dan laktosa. Sumber glukosa dapat ditemui pada jenis buah-buahan, jagung manis dan madu. Fruktosa merupakan sumber karbohidrat yang paling manis sehingga sering disebut sari manis. Dan dan laktosa dapat ditemukan pada susu.

Berikut beberapa fungsi karbohidrat dalam tubuh:
  • Sumber utama energi tubuh.
  • Pemberi rasa manis pada makanan fruktosa, glukosa, maltosa, dan laktosa.
  • Penghemat protein maksudnya bila Karbohidrat kurang dalam tubuh maka protein yang dipakai dan bila sebaliknya, maka protein dipakai untuk pertumbuhan.
  • Pengatur metabolisme lemak normal. Bila Karbohidrat tidak cukup maka dalam jumlah besar akan memakai lemak yang menghasilkan energi dan produk tubuh berupa asam keton.
  • Membantu pengeluaran faeses. Dengan cara mengatur peristaltik usus dan membentuk pada faeses.
  • Laktosa dapat menetap lebih lama dalam usus dibanding disakarida lain, hingga membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri yang berguna dalam efek pencahar dan memproduksi vitamin-vitamin tertentu dalam usus.
Kekurangan karbohidrat dan protein Menyebabkan penyakit marasmus, dengan ciri-ciri: Wajah tampak tua (keriput dan cekung), berat badan sangat kurang, otot-otot mengecil, hampir tidak ada lapisan lemak di bawah kulit

Protein

Istilah Protein berasal dari bahasa Yunani “protos” yang memiliki arti “yang paling utama”. Protein memiliki peran yang sangat penting pada fungsi dan struktur seluruh sel makhluk hidup. Hal ini dikarenakan molekul protein memiliki kandungan oksigen, karbon, nitrogen, hidrogen, dan sulfur. Sebagian protein juga mengandung fosfor.

Protein terbagi menjadi dua yaitu protein nabati dan protein hewani. Protein nabati berasal dari sumber makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan sedangkan protein hewani berasal dari sumber makanan sepeti hewan dan ikan. Kandungan asam amino esensial protein hewani lebih besar dari pada protein nabati. Dikarenakan hal tersebut protein hewani lebih berkualitas kandungan protein yang dibutuhkan oleh tubuh. Asam amino esensial adalah substansi protein yang dibutuhkan oleh tubuh manusia, tetapi tubuh tidak dapat mensintesa sendiri, sehingga harus dikonsumsi dari luar dalam bentuk makanan.

Beberapa manfaat protein tersebut adalah sebagai berikut:
  • Sebagai enzim. Protein memiliki peranan yang besar untuk mempercepat reaksi biologis.
  • Sebagai alat pengangkut dan penyimpan. Protein yang terkandung dalam hemoglobin dapat mengangkut oksigen dalam eritrosit. Protein yang terkandung dalam mioglobin dapat mengangkut oksigen dalam otot.
  • Untuk Penunjang mekanis. Salah satu protein berbentuk serabut yang disebut kolagen memiliki fungsi untuk menjaga kekuatan dan daya tahan tulang dan kulit.
  • Sebagai Pertahanan tubuh atau imunisasi Pertahanan tubuh. Protein ini biasa digunakan dalam bentuk antibodi.
  • Sebagai Media perambatan impuls syaraf.
  • Sebagai Pengendalian pertumbuhan.
Kekurangan protein menyebabkan penyakit kwashiorkor (busung lapar), dengan ciri-ciri: Wajah bulat seperti bulan, wajah memelas, rambut pirang dan mudah lepas, edema (bengkak) pada kaki, otot tubuh tidak berkembang dengan baik.

Zat Besi
  • Kegunaan: Membentuk pigmen merah di dalam darah yang mengangkut oksigen ke dalam sel dan mengeluarkan karbondioksida dari sel, mencegah anemia, dan meningkatkan kebugaran tubuh.
  • Sumber: Bayam, kangkung, daging merah, hati, ikan.
  • Kekurangan zat besi menyebabkan penyakit anemia, dengan ciri-ciri: Lemah, letih dan lesu, bagian dalam kelopak mata pucat
Kalsium
  • Kegunaan: Penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi, membantu pembekuan darah pada proses penyembuhan luka, serta memastikan jantung terus berdegup.
  • Sumber: Susu bubuk, ikan teri, bayam, kacang hijau, kacang kedelai.
  • Kekurangan kalsium menyebabkan penyakit kerapuhan tulang dan gigi, dengan ciri-ciri: Nyeri tulang saat bergerak, tubuh bungkuk, tulang mudah patah, gigi keropos
Asam Folat

  • Kegunaan: Sangat penting pada masa pembelahan dan pertumbuhan sel, memproduksi sel darah merah, dan mencegah anemia. Pada wanita hamil, berfungsi untuk mencegah resiko cacat susunan saraf pusat (otak dan saraf tulang belakang) pada janin.
  • Sumber: Kacang polong, bayam, semangka, jambu biji, sereal gandum.
  • Kekurangan asam folat menyebabkan resiko bayi lahir dengan otak dan saraf tulang belakang yang tidak sempurna (cacat lahir). Pada anak dan dewasa, dapat menyebabkan anemia.
Vitamin A
  • Kegunaan: Sangat penting untuk kulit, kesehatan mata, dan menjaga daya tahan tubuh.
  • Sumber: Wortel, jeruk, daun singkong, daun katuk, susu bubuk, telur, ikan.
  • Kekurangan vitamin A menyebabkan penyakit kebutaan dan rabun senja.
Yodium
  • Kegunaan: Mengatur metabolisme dan memproduksi energi, membantu pertumbuhan badan, penting untuk perkembangan sistem saraf.
  • Sumber: Garam beryodium, ikan air asin, bayam.
  • Kekurangan yodium menyebabkan penyakit gondok, kretinisme/kerdil, dan gangguan perkembangan otak.
2. Gangguan Fisik dan Penyakit yang Diderita

Berbagai penyakit yang diderita anak, juga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Hadirnya penyakit pada anak tidak terlepas dari asupan gizi yang diterima anak. Anak-anak yang mengalami gangguan penglihatan cenderung mengalami hambatan melakukan interaksi dengan teman dan orang di lingkungan sekitar. Anak tidak cepat memberikan respon, karena harus melihat reaksi orang lain terlebih dahulu. Demikian pula dengan anak yang mengalami gangguan pendengaran, bicara, serta gangguan fisik lainnya. Disamping itu, hambatan perkembangan juga sering dialami anak-anak yang mengalami penyakit, seperti demam yang sangat tinggi dan kejang-kejang.

3. Lingkungan Keluarga

Pengaruh keluarga dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, tidak saja pada lingkup perkembangan fisik dengan memperikan asupan gizi yang memadai, akan tetapi lebih dari itu. Keluarga memberikan pengaruh yang sangat besar, terutama pada perkembangan sosial anak. Erikson (Wolfolk, 2009:103) mengidentifikasi tiga lingkup penting dalam perkembangan posikososial pada tahun-tahun prasekolah, yaitu kepercayaan dan ketidakpercayaan, pada masa bayi, otonomi versus rasa malu dan ragu-ragu, yang menandai pengendalian diri dan rasa percaya diri, serta inisiatif versus rasa bersalah yang menambahkan pada otonomi kualitas-kualitas seperti menjalankan, merencanakan, dan memecahkan tugas-tugas demi menjadi aktif dan bergerak. Dalam konteks seperti inilah peran keluarga sangat besar terhadap perkembangan anak.

4. Lingkungan Sekolah

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang secara sistematis, malaksanakan program bimbingan, pengajaran, dan latihan dalam membantu anak mencapai standar tingkat pencapaian perkembangan sesuai dengan rentang usia anak.