Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran


Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mempunyai peran yang luar biasa dalam bidang pendidikan. Berbagai perangkat lunak seperti Microsoft Office atau Open Office, dengan program-program yang tersedia di dalamnya memudahkan para guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran seperti: RPP, bahan/materi ajar, lembar kerja siswa, maupun soal evaluasi, serta dapat memudahkan para guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Teori belajar Brunner tentang tahap proses belajar (enaktif, ikonik, dan simbolik) yang harus dilalui oleh siswa agar proses pembelajaran menjadi optimal, maka bagi siswa SD masih sangat diperlukan penggunaan media pembelajaran secara intensif. Dalam hal ini, komputer dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi siswa. 

Kegiatan pembelajaran berbasis multimedia (menggabungkan teks, gambar, suara, dan video) mampu membuat penyajian suatu topik bahasan menjadi menarik, tidak monoton, dan lebih mudah dicerna. Oleh karenanya kemampuan dalam menggunakan komputer ini diperlukan bagi seorang guru. Hal ini sejalan dengan Permendiknas nomor 16 tahun 2007 yang menyatakan bahwa salah satu kompetensi pedagogik yang harus dikuasai guru adalah memanfaatkan TIK untuk kepentingan pembelajaran.

Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengolahan informasi. Adapun teknologi komunikasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke perangkat yang lain. Dengan demikian teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mengandung pengertian yang saling berkaitan dan tidak identik dengan komputer, namun juga segala sesuatu yang berupa software atau hadware yang dapat membantu manusia seperti: radio, televisi, handphone, laptop, tape, telepon, komputer, faximile dan sebagainya.

Pengaruh berkembangnya TIK dalam proses pembelajaran diantaranya, pembelajaran yang biasanya dilakukan terbatas di ruang kelas dengan jadwal yang sudah ditentukan berkembang menjadi dimanapun dan kapanpun, pembelajaran yang biasanya menggunakan fasilitas material seperti buku berkembang dengan memanfaatkan teknologi komputer dan jaringan.
Komputer terdiri dari tiga komponen utama

Hardware 
Hardware merupakan peralatan fisik dari komputer. Macam-macam komponen hardware beserta fungsi dan contohnya adalah sebagai berikut.
  • Prosesor, mengendalikan fungsi keseluruhan system dan memanipulasi dalam berbagai cara. Misal: Pentium Intel, Core2 duo, AMD. 
  • Penyimpan Utama,  menyimpan instruksi dan informasi yang dapat dengan cepat diakses oleh prosesor. Misal: RAM, DRAM. 
  • Peralatan Input, memberikan informasi untuk komputer. Misal: Keyboard, Mouse, Mikrofon, Scanner. 
  • Peralatan Output, menampilkan informasi dari komputer. Misal: Monitor, Printer, Speaker. 
  • Penyimpan Eksternal,  menyimpan informasi untuk jangka waktu yang lama. Informasi yang disimpan akan ditransfer ke memori kerja jika diperlukan sehingga informasi tidak akan hilang meski komputer mati. Misal: Hard disk, CD ROM, Flash disk. 
Software 
Software adalah program komputer yang berfungsi sebagai sarana interaksi antara pengguna komputer (user) dengan perangkat keras. Software ini dibagi menjadi tiga golongan, yaitu: 
  • Software system, Software system yang paling utama adalah system operasi, yang berfungsi untuk mengaktifkan seluruh perangkat yang terpasang pada komputer sehingga dapat saling berkomunikasi. Contoh: DOS, Windows (Windows 98, Windows 2000, Windows XP, dan Windows Vista, Windows 7 dan Windows 8) dan Linux (Mandrake, Ubuntu, dan Redhat). 
  • Software aplikasi. Software yang dirancang untuk melakukan fungsi-fungsi yang spesifik untuk pengguna. Contoh software aplikasi yang biasa digunakan adalah: 
    • Pengolah kata: untuk mengetik, memformat, mengedit, menyimpan, membuka kembali, dan mencetak teks. Contoh: Microsoft Word, Wordpad/Notepad 
    • Pengolah angka: untuk melakukan perhitungan dan membuat grafik hasil perhitungan. Contoh: Microsoft Excel, Lotus 
    • Pengolah data: untuk melalukan peng-inputan, pengolahan, pengorganisasian, penyimpanan, dan pengambilan kembali data secara cepat dan akurat, Contoh: Microsoft Acces, dbase, MySQL. 
    • Presentasi: untuk menyusun bahan-bahan presentasi (dengan atau tanpa animasi) dan menggunakan atau menayangkannya. Contoh: Microsoft PowerPoint, Impress. 
    • Pengolah gambar: untuk membuat gambar dan mengolah foto menjadi gambar elektronis yang mudah diubah-ubah. Contoh: Autocad, CorelDRAW, Photoshop, Paint. 
    • Multimedia: software ini digunakan untuk mendengarkan musik, menonton/membuat video dan sebagainya. Contoh: Winamp (untuk memutar atau mendengarkan musik), Windows media player (untuk memutar musik dan video), Power DVD (untuk memutar film yang termuat dalam CD atau DVD), Movie Maker (untuk membuat film/video). 
    • Software yang digunakan untuk membangun aplikasi lainnya, baik sistem operasi maupun program aplikasi. Instruksi-instruksi yang disusun oleh software ini membentuk bahasa pemrograman. Contoh bahasa pemrograman: Delphi, Pascal, dBase, Clipper. 
Brainware 
Brainware adalah sumber daya manusia yang terlibat langsung dalam pemakaian komputer, seperti: programmer, operator, system analis, dan sebagainya.

TIK, dalam hal ini komputer, dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pembelajaran di kelas baik secara langsung (sebagai media pembelajaran), atau tidak langsung (untuk penyiapan perangkat pembelajaran, pengolahan nilai hasil belajar siswa, analisis butir soal). 

Perlu kita ingat bersama, bahwa pembelajaran dengan memanfaatkan komputer akan efektif jika guru memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakannya. Selain itu perlu kita ingat juga bahwa peran guru dalam pembelajaran bukan sebagai pemberi informasi saja tetapi lebih sebagai fasilitator. Sedangkan peran siswa dalam pembelajaran adalah sebagai subjek pembelajaran yang diharapkan mempunyai pengalaman belajar, jadi bukan sebagai obyek yang pasif, yang hanya menerima informasi dari guru.