Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Strategi Komunikasi yang Dapat Digunakan Guru dalam Proses Pembelajaran

www.tendikpedia.com

Ada banyak strategi komunikasi yang dapat dipilih guru dalam proses pembelajaran. Strategi-strategi tersebut di antaranya: ceramah, diskusi kelas, kerja kelompok, dan kegiatan berbasis sumber belajar. Pada semua strategi tersebut, komunikasi efektif guru penting untuk pencapaian tujuan pembelajaran.

Guru sebagai Penceramah
Ceramah merupakan strategi yang paling sering digunakan guru dalam komunikasi pembelajaran. Richmond dalam Iriantara dan Syaripudin menyatakan bahwa ceramah ini dari sisi pemanfaatan waktu pembelajaran merupakan strategi yang paling efisien karena bisa menyampaikan cukup banyak informasi pada khalayak dengan penggunaan alat bantu sangat minimal. Namun, ceramah dipandang sebagai metode pembelajaran yang kurang efektif karena peserta didik diposisikan pasif, hanya menyimak dan kurang mendorong kegiatan tahap pembelajaran tingkat tinggi seperti: aplikasi, analisis, sintesis, atau evaluasi.

Ada baiknya guru berlatih public speaking untuk mengasah kemampuan komunikasi pembelajaran melalui ceramah. Hal ini penting karena peserta didik berharap guru cukup memiliki pengetahuan dan mengomunikasikannya dengan cara yang mudah dipahami. Materi ceramahnya terorganisasi sehingga mudah diikuti, menarik, sesuai dengan konteks peserta didik.Selain itu, gurunya pun dipandang kompeten dan antusias, dan memiliki rasa humor.

Seorang guru dapat meningkatkan efektivitas komunikasi adalah sebagai berikut:
a.      Mengalokasikan sebagian waktu yang tersedia untuk menyampaikan materi utama, dan sebagian untuk mengulang materi dengan cara berbeda seperti: Tanya jawab, memberikan contoh, dan bila perlu juga menyisipkan humor.
b.   Membantu peserta didik memahami dan mencatat materi pembelajaran dengan menyajikan uraian materi yang mudah dipahami dan dicatat umpamanya dengan menyajikan tabel, butir-butir penting, gambar, dan bagan.
c.       Menyampaikan ceramah dalam suasana yang akrab. Menyapa peserta didik dengan menyebut nama, bertanya jawab dengan peserta didik, menggunakan kata yang menunjukkan kekitaan seperti “kelas kita” atau “pelajaran kita”, senyum, santai, dan selingan humor menjadi contoh tindakan yang dapat meningkatkan efektivitas ceramah dalam pembelajara (Iriantara dan Syaripudin, 2013: 76).

Guru sebagai Moderator
Salah satu ciri kelas efektif adalah adanya interaksi positif antara guru dan peserta didik serta di antara sesama peserta didik. Peran guru di kelas yang interaktif adalah sebagai moderator. Agar menjadi moderator yang efektif, penting bagi guru untuk memiliki keterampilan seperti yang dikemukakan hasil kajian di Stanford University, yang dijelaskan oleh Richmond dalam Iriantara dan Syaripudin, sebagai berikut:

a.       Dapat mengajukan pertanyaan kepada peserta didik.
b.       Mendorong peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.
c.       Mampu mengajukan pertanyaan yang mendorong peserta didik mendalami sendiri materi belajar.
d.       Menggunakan pertanyaan yang mendorong penalaran tingkat tinggi.
e.       Mampu memfasilitasi berbagai pertanyaan dan komentar peserta didik.
f.        Mampu menggunakan media komunikasi nonverbal secara efektif.
g.      Terampil dalam berbagai teknik interaksi guna mencegah kebosanan (Iriantara dan Syaripudin, 2013: 76).

Guru sebagai Pembimbing
Dalam pembelajaran yang menekankan aspek psikomotor, guru berperan sebagai pembimbing. Ketika membelajarkan kemampuan psikomotoris, guru memfasilitasi peserta didik harus berlatih sampai mereka benar-benar menguasai keterampilan tersebut. Bagi peserta didik yang memiliki motivasi tinggi, tidak sulit mengulangi latihan. Tapi, bagi peserta didik yang kurang motivasinya, guru harus pandai membuat variasi latihan sehingga peserta didik tidak merasa bosan.

Guru sebagai Manajer
Untuk membangun suasana belajar dan mengefektifkan proses pembelajaran, biasanya guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok belajar. Peserta didik yang belajar dalam kelompok biasanya terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, melatih dan meningkatkan kemampuan peserta didik dalam komunikasi interpersonal, dan meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran melalui pembelajaran oleh sesama peserta didik. Dalam pembelajaran melalui kelompok kecil ini, guru berperan sebagai manajer, yakni manajer sumber belajar dan manajer personal.

Sebagai manajer sumber belajar, guru memutuskan komposisi tugas kelompok dan cara peserta didik dikelompokkan. Guru mengatur komposisi peserta didik yang ada dalam satu kelompok ssehingga peserta didik yang berada dalam kelompok cukup beragam, yakni peserta didik yang berkemampuan di atas rata-rata, rata-rata, dan di bawah rata-rata. Tujuannya, untuk menjaga keseimbangan interaksi antarkelompok terbentuk, guru memonitor kinerja setiap peserta didik dalam kelompok, agar semua peserta didik memberikan kontribusi pada kelompoknya.Sebagai manajer personal, guru menyediakan akses pada informasi yang dibutuhkan untuk semua kelompok sehingga bisa menyelesaikan tugas yang diberikan.

Guru sebagai Koordinator dan Inovator
Untuk mengomunikasikan pembelajaran secara efektif kepada peserta didik, guru dapat berperan sebagai koordinator dan inovator.Komunikasi pembelajaran tidak hanya membutuhkan kemampuan verbal dalam berkomunikasi, tapi juga kemampuan mendesain sumber belajar dan media pembelajarannya. Guru sering kurang menyadari begitu banyaknya media yang bisa dijadikan alat bantupembelajaran, misalnya: film, video-audio, majalah, dan internet. Bagi guru yang kreatif dan inovatif, apa saja yang ada di kelas bisa menjadi alat bantu pembelajaran. Di era digital seperti sekarang, ada banyak hal yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar dan alat bantu pembelajaran. Keberadaan media dan sumber pembelajaran tersebut memudahkan guru mengomunikasikan pembelajaran.Satu hal yang perlu diingat guru dalam menggunakan sumber belajar secara efektif adalah penguasaan dan pemahaman atas media tersebut sehingga penggunaannya di kelas dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.