Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Prosedur Penentuan KKM

tendikpedia.com

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan yang mengacu pada standar kompetensi kelulusan, dengan mempertimbangkan setidaknya 3 aspek, yakni:

Karakteristik peserta didik (intake), yaitu memperhatikan kualitas peserta didik yang dapat diidentifikasi antara lain berdasarkan hasil ujian jenjang sebelumnya, hasil tes awal yang dilakukan oleh sekolah, atau nilai rapor sebelumnya. Semakin tinggi aspek intake, semakin tinggi pula nilai KKMnya.

Karakteristik muatan/mata pelajaran (kompleksitas), yaitu memperhatikan kompleksitas KD dengan mencermati kata kerja yang terdapat pada KD tersebut dan berdasarkan data empiris dari pengalaman guru dalam membelajarkan KD tersebut pada waktu sebelumnya. Semakin tinggi aspek kompleksitas materi/kompetensi pada KD maka nilai KKMnya semakin rendah tetapi semakin mudah KD maka nilai KKM semakin tinggi.

Kondisi satuan pendidikan (pendidik dan daya dukung), yaitu memperhatikan ketersediaan guru, kesesuaian latar belakang pendidikan guru dengan mata pelajaran yang diampu, kompetensi guru (misalnya hasil Uji Kompetensi Guru), rasio jumlah peserta didik dalam satu kelas, sarana prasarana pembelajaran, dukungan dana, dan kebijakan sekolah. Semakin tinggi aspek guru dan daya dukung, semakin tinggi pula nilai KKMnya.

Dalam menetapkan KKM, satuan pendidikan harus merumuskannya secara bersama-sama kepala sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan lainnya. KKM dicantumkan dalam Dokumen I KTSP dan bersifat dinamis, serta dapat dibuat berbeda untuk setiap mata pelajaran atau dapat juga dibuat sama untuk semua mata pelajaran pada suatu sekolah.

Berikut ini merupakan contoh prosedur penentuan KKM.
  • Hitung jumlah Kompetensi Dasar (KD) setiap muatan pelajaran setiap kelas dalam satu tahun pelajaran.
  • Tentukan komponen-komponen yang termasuk aspek kompleksitas, intake, pendidik dan daya dukung.
  • Tentukan nilai untuk setiap aspek dengan skala 0-100 dengan mempertimbangkan aspek kompleksitas, intake, pendidik dan daya dukung.
  • Tentukan skor tiap aspek dengan rumus:

  • Tentukan KKM setiap muatan pelajaran dengan rumus



  • Tentukan KKM Satuan Pendidikan.


Contoh perhitungan di atas, misalnya muatan pelajaran matematika kelas I sesuai Permendikbud No. 24 Tahun 2016 adalah sebagai berikut:


  • KD dari KI-3 dan KI-4 untuk muatan pelajaran matematika kelas I adalah sebanyak 18 buah.
  • Menentukan kriteria dan skala penilaian seperti contoh pada Tabel 2. Kriteria dan skala penilaian berdasarkan hasil analisis dari masing-masing komponen yang termasuk dalam 3 aspek yang dipertimbangkan.
  • Isi Tabel 3 tentang Format Penentuan KKM berdasarkan hasil perhitungan.


Keterangan:
- KKM KD 3.1 = (60+60+75)/3 = 65 dst
- KKM Muatan Pelajaran Matematika = (65+68+ .... + 67)/18 = 67
  • Rentang Predikat = (100 – 67)/3 = 11, sehingga rentang predikatnya sebagai berikut:
A (Sangat Baik) : 90 - 100
B (Baik) : 79 - 89
C (Cukup Baik) : 68 - 78
D (Perlu Bimbingan) : <67

KKM dapat dibuat berbeda untuk setiap mata pelajaran dan dapat juga dibuat sama untuk semua mata pelajaran pada suatu sekolah. Apabila sekolah menentukan KKM yang berbeda untuk setiap mata pelajaran, sekolah harus mempertimbangkan panjang interval setiap mata pelajaran. KKM yang berbeda akan mengakibatkan interval predikat dan penentuan predikat yang berbeda. Misalnya, muatan pelajaran dengan KKM 75 maka predikat C (Cukup) dimulai dari nilai 75, sedangkan KKM 60 maka predikat C (Cukup) dimulai dari nilai 60. Hal ini berimplikasi antara lain pada format dan pengisisan rapor. Apabila sekolah menentukan KKM yang sama untuk semua mata pelajaran, misalnya dengan menjadikan KKM mata pelajaran paling rendah sebagai KKM satuan pendidikan. Hal ini akan menyederhanakan penentuan interval predikat serta format dan pengisian rapor. Nilai KKM ditulis dalam dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan disosialisasikan kepada semua warga sekolah.