Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Media Komunikasi Sekolah dan Orang Tua

tendikpedia.com

Orang tua adalah guru pertama anak. Orang tua lebih memahami karakter, kondisi emosi, minat, dan bakat anaknya dibandingkan siapa pun. Secara akademik, meningkatnya prestasi anak dan sikap anak terhadap tugas (pekerjaan rumah) diberikan gurunya. Sedangkan untuk perilaku, manfaat keterlibatan orang tua tampak pada: kehadiran peserta didik, menurunnya angka bolos sekolah, meningkatnya rasa percaya diri, dan menghindar-kan peserta didik dari pergaulan yang tak sepatutnya diikuti oleh seorang pelajar.

Di Indonesia, komunikasi yang dijalin antara sekolah dan rumah lebih banyak dilakukan melalui pertemuan langsung seperti ketika pembagian buku laporan atau rapat khusus. Sekolah biasanya berkomunikasi dengan orang tua jika ada masalah, khususnya masalah keuangan dan perilaku peserta didik.

Berikut adalah beberapa cara tradisional yang biasa digunakan untuk memfasilitasi komunikasi antara sekolah dan orang tua:

Rapat/ Pertemuan

Biasanya dilakukan pada awal tahun ajaran atau semester. Tujuan rapat ini adalah mengomuni-kasikan berbagai program pendidikan terkait dengan disiplin peserta didik, ketentuan akademik peserta didik, pembiayaan dan laporan penggunaan dana, cara sekolah berkomunikasi dengan orang tua/wali, dan peristiwa-peristiwa akademik yang penting seperti UTS, UAS,dan UASBN. Orang tua juga memperhatikan transparansi dan akuntabilitas keuangan sekolah.

Surat

Biasanya yang dilakukan adalah surat edaran yang dititipkan melalui peserta didik. Bagi kebanyakan sekolah surat merupakan media komunikasi paling mudah dan murah. Namun, surat sering tidak efektif karena peserta didik lupa menyampaikannya pada orang tua atau orang tua tidak peduli atau tidak mempunyai waktu membacanya.

Pembagian rapor

Orang tua biasanya meluangkan waktu datang ke sekolah mengambil rapor putra-putrinya. Ini merupakan kesempatan terbaik bagi sekolah, yang biasanya diwakili oleh wali kelas untuk berkomunikasi secara langsung dengan orang tua peserta didik.

Telepon

Cara yang umum digunakan adalah melalui telepon.

Kunjungan ke rumah

Cara ini dilakukan ketika ada peserta didik bermasalah dan orang tua mereka sulit untuk dihubungi melalui surat, dipanggil ke sekolah, atau ditelepon. Wali kelas dan guru BK biasanya yang melakukan kunjungan ini.