Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengoptimalkan Prestasi Belajar Siswa, ini yang Bisa di Lakukan Guru

www.tendikpedia.com

Peserta didik sudah mampu berpikir logis meskipun masih terikat dengan objek-objek yang bersifat konkrit. Contoh kemampuan penalaran logis pada pemikir operasional konkret yaitu dapat menyimpulkan dari suatu kondisi/masalah yang disajikan. Misalnya, jika guru ingin mengajarkan kepada peserta didik mengambil kesimpulan bahwa jika benda A > dari B , dan B>C maka A>C, maka guru harus memberikan benda nyata berupa balok kayu dengan ukuran balok A paling besar, balok B besarnya menengah dan C paling kecil.

Tugas guru adalah membantu peserta didik mencapai tugas perkembangan kematangan intelektual atau mengoptimalkan prestasi belajarnya sesuai dengan tingkat kecerdasannya. Berikut adalah yang bisa dilakukan guru.
  • Identifikasi kemampuan intelektual peserta didik, sehingga memahami perbedaan individual peserta didik dalam kemampuan intelektual. 
  • Pahami tingkat perkembangan kognitif peserta didik. Sangat mungkin ditemukan peserta didik kelas awal yang tingkat perkembangan kognitifnya masih berada pada tahap preoperasional. 
  • Ciptakan iklim pembelajaran yang kondusif atau sesuai bagi perkembangan kemampuan intelektual dan kognitif peserta didik secara optimal, yaitu iklim yang demokratis, hangat, ada rasa aman dan bebas dari ketegangan, menyenangkan, serta yang mendorong untuk bersaing dengan dirinya sendiri dan membantu peserta didik. 
  • Rancang pembelajaran yang sesuai dengan keragaman kecerdasan dan tingkat perkembangan berpikir peserta didik. Menurut Santrock (2010:61) strategi pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan berpikir (teori Piaget) antara lain:
    • gunakan pendekatan konstruktivisme, anak-anak akan belajar lebih baik, mereka aktif dan mencari solusi. 
    • rancang situasi yang membuat anak belajar melalui tindakan/ kegiatan. 
    • Jadikan ruang kelas menjadi ruang eksplorasi dan penemuan sehingga dapat membuat kesimpulan sendiri. 
    • Belajarkan anak dengan memperhatikan pengetahuan dan pemikiran anak. 
  • Libatkan anak dalam tugas operasional yang meliputi penambahan, pengurangan, pembagian, pengurutan, pembalikan dengan menggunakan benda-benda konkret dan disesuaikan dengan pengalaman kehidupannya. 
  • Buat aktivitas untuk berlatih konsep pengurutan hierarki, misal dengan mengurutkan dari yang terkecil ke yang terbesar dan kebalikannya. 
  • Ajak anak untuk kerja kelompok dan berdiskusi. 
  • Untuk pembelajaran materi yang agak kompleks gunakan alat bantu visual dan alat peraga. 
  • Terima peserta didik apa adanya (unconditional positive regard acceptance) dan berempati kepada peserta didik yang memiliki kemampuan intelektual kurang memadai. 
  • Rancang pembelajaran yang dapat memancing rasa ingin tahu anak atau bertanya. 
  • Beri kesempatan kepada semua peserta didik untuk memperoleh pengalaman keberhasilan sebesar/setingkat apapun dalam pembelajaran untuk pembentukan konsep diri yang positif dan memiliki sikap positif terhadap pelajaran. Peserta didik harus dibimbing dan dibantu agar menguasai kompetensi yang diharapkan dan berprestasi sesuai dengan potensinya. 
  • Saat pembelajaran, berikan pertanyaan kepada peserta didik yang sesuai dengan kemampuan intelektualnya. Misalnya berikan pertanyaan yang mudah pada peserta didik yang kemampuannya kurang. 
Itulah beberapa tugas Guru membantu peserta didik mencapai tugas perkembangan kematangan intelektual atau mengoptimalkan prestasi belajarnya sesuai dengan tingkat kecerdasannya. Berikut adalah yang bisa dilakukan guru.