Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mengatasi Anak Yang Malas


Rasa malas belajar pada anak dapat disebabkan oleh beberapa faktor, namun yang biasanya terjadi adalah karena hilangnya motivasi. Seorang anak dapat mengalami kehilangan motivasi karena takut akan kegagalan, hal ini akan mengakibatkan mereka malas untuk melakukan hal tersebut dengan alasan ingin menghindari kegagalan tersebut. Oleh karena itulah fungsi Anda sebagai orang tua untuk selalu meperhatikan kondisi anak.

Memperhatikan anak-anak kita bermain dengan senang dan gembira ria adalah salah satu kebahagian yang juga kita rasakan sebagai orang tua. Dengan bermain, kita semua tahu kalau anak-anak akan mengenal dunia luar dan merupakan awal mereka belajar, belajar mengenal orang lain dan lingkungan. Namun sayangnya ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh orang tua ketika anak sedang bermain, karena terlalu memberikan kebebasan pada anak dalam bermain meskipun sifatnya adalah untuk mendidik dan belajar namun pada kenyataannya anak lebih senang dan lebih menyukai bermain dari pada belajar yang mereka lakukan. Jika hal ini selalu dibiarkan, maka lama-kelamaan anak akan enggan untuk belajar dan lebih memilih untuk bermain. Jika anak sudah enggan dalam belajar maka anak akan menjadi malas belajar dan hal ini sungguh sangat merugikan

Selama orang tua masih mau mendidik anak-anak mereka maka tidak ada kata terlambat untuk menjadikan anak-anak menjadi anak yang cerdas, yang rajin belajar meskipun anak sangat malas untuk melakukannya

Berikut ini beberapa cara mengatasi anak yang malas, mungkin bisa menjadi tambahan informasi terkait dengan anak malas.

Menjauhi Sumber Malas Anak

Hal pertama yang perlu di lakukan ialah menjauhi maupun membatasi anak untuk berinteraksi dengan sumber malasnya. Ada beragam sumber malas anak, contohnya adalah bermain dengan gadget, playstation maupun perangkat elektronik lainnya. Batasi waktu penggunaan perangkat elektronik anak dari biasanya, dan alihkan anak kepada kegiatan yang positif seperti merapikan rak bukunya.

Bantu Anak Mengingat


Bila tiba waktunya belajar, pada beberapa anak masih asik bermain dan lupa dengan waktu (sengaja lupa), nah disini peran orang tua untuk membantu anak untuk mengingatkan bahwa sudah saatnya waktu untuk belajar. Dengan mengingatkan anak, maka bukan tidak mungkin anak terbiasa dengan kegiatan yang wajib ia lakukan.

Berikan Contoh

Mengajari anak sebaiknya diawali dengan contoh yang baik, bantu anak untuk memahami sesuatu dengan memberikan contoh kepadanya. Misalkan, merapikan tempat tidurnya, membereskan rak buku, membuang sampah pada tempatnya.

Berikan Reward


Anak akan bertambah termotivasi dan terpacu semangatnya dalam beraltivitas bila sesekali kita memberi penghargaan kepadanya terhadap aktivitas positif yang anak lakukan, dengan begitu anak lebih bersemangat dan perlahan malas yang selama ini ada pada diri anak perlahan menjauh.

Ada beberapa cara memberikan penghargaan kepada anak, misalkan sentuhan fisik, pemberian hadiah, kata-kata pendukung, pelayanan dan waktu berkualitas. Anak akan merasa disayang dan diterima bila pemberian kasih sayang sesuai dengan bahasa kasih mereka. Bila tidak, anak tidak akan merasa disayang meskipun orangtua telah merasa memberikan dorongan semangat kepada anak