08 January 2017

Kedudukan dan Posisi Kurikulum dalam Pendidikan

Google Image

Inti sari pendidikan adalah interaksi antara pendidik dengan peserta didik yang dalam pelaksanaannya bisa terjadi dilingkungan keluarga, sekolah maupun dalam masyarakat. Didalam lingkungan keluarga, interaksi yang terjadi antara orangtua sebagai pendidik dengan anak sebagai peserta didik. Interaksi terjadi bisa setiap saat, misalnya ketika orantua bertemu anaknya dimeja makan, saat menjelang tidur atau berdialog maupun dalam suasana kegiatan lainnya. Semua itu berjalan secara alami tanpa perhitungan dan persiapan dengan tujuan dan target tertentu.

Pada umumnya pendidikan dalam keluarga berjalan secara alamiah, tanpa rencana sistematis yang dipersiapkan sebelumnya. Orangtua tidak mempunyai rencana khusus, tertulis, dan formal tentang pendidikan yang akan diberikan terhadap anaknya. Umumya mereka hanya memiliki harapan tentang apa yang diinginkan terhadap anaknya. Mereka menjadi pendidik karena status sebagai orangtua. Karena kondisi dan sifat-sifat yang tidak formal, tidak ada rancangan konkret dan bahkan ada kalanya tidak disadari, pendidikan dalam lingkungan keluarga disebut pula sebagai pendidikan informal.

Sebaliknya, pendidikan dilingkungan sekolah lebih terencana dan sistematis, guru sebagai pendidik telah dipersiapkan secara formal melalui lembaga pendidikan guru. Mereka (guru) dibekali dengan berbagai kompetensi seperti kompetensi kepribadian, sosial, profesional, dan pedagogis yang memang sangat diperlukan oleh seorang guru.

Disekolah guru melaksanakan fungsi sebagai pendidik secara sadar dan terencana berdasarkan kurikulum yang telah disusun sebelumnya.

Dalm lingkungan masyarakat pun terjadi proses pendidikan dengan berbagai bentuk. Ada yang dilakukan secara formal seperti kursus atau pelatihan dan adapula yang tidak formal seperti ceramah-ceramah, sarasehan atau pergaulan hidup sehari-hari. Gurunya juga bervariasi mulai dari yang berpendidikan formal guru sampai dengan mereka yang menjadi guru hanya karena pengalaman.

Dari perbandingan diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan formal mempunyai beberapa karakteristik, antara lain :
  1. Memiliki kurikulum tertulis yang tersusun secara sitematis, jelas dan rinci
  2. Pelaksanaan kegiatan pendidikan telah dipersiapkan secara formal sebagai pendidik yang telah dibekali dengan berbagai macam kompetensi.
  3. Kegiatan pendidikan dilaksanakan secara formal, terencana dan diakhiri dengan kegiatan penilaian untuk mengukur tingkat keberhasilan
  4. Interaksi berlangsung dalam situasi dan lingkungan tertentu dengan dukungan fasilitas yang diperlukan.
Dengan demikian, dibandingkan dengan pendidikan informal dan nonformal, pendidikan formal memiliki sejumlah kelebihan. Dari segi isi, pendidikan formal memiliki cakupan yang lebih luas karena tidak hanya berkaitan dengan masalah pembinaan moral saja, tetapi juga ilmu pengetahuan dan keterampilan. Dari segi fungsi, pendidikan formal memiliki peran untuk membantu keterbatasan pendidikan anak dalam mempersiapkan masa depan mereka.

Selanjutnya bilan ditinjau dari segi penyelenggaran, pendidikan formal memiliki dasar, perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil yang lebih terencana, sistematis dan juga jelas.