10 January 2017

Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara

kedudukan bahasa indonesia
Google Image


Kedudukan bahasa adalah status relatif bahasa sebagai sistem lambang nilai budaya yang dirumuskan atas dasar nilai sosial yang dihubungkan bahasa yang bersangkutan. Perumusan kedudukan bahasa Indonesia diperlukan oleh karena perumusan itu memungkinkan kita mengadakan perbedaan antara kedudukan bahasa Indonesia pada satu pihak dan kendudukan bahasa-bahasa lain, baik bahasa daerah yang hidup sebagai unsur kebudayaan kita maupun bahsa-bahasa asing yang dipakai di Indonesia.

Dalam Undang-Undang 1945 BAB XV pasal 36, telah ditetapkan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara. Dengan demikian, selain berkedudukan sebagai bahasa nasioal, bahsa Indonesia juga berkedudukan sebagai bahasa Negara

Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai berikut :

Bahasa resmi kenegaraan
Dalam kaitannya dengan fungsi ini, bahsa Indonesia dipergunakan dalam administrasi kenegaraan, upacara atau peristiwa kenegaraan baik lisan maupun dalam bentuk tulisan, komunikasi timbal balik antara pemerintah dan masyarakat.

Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
Sebagai bahasa pengantar, bahasa Indonesia dipergunakan di lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun informal, dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi.

Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah.

Dalam hubungannya dengan fungsi ini, bahasa Indonesia tidak hanya dipakai sebagai alat komunikasi timbal-balik antara pemerintah dengan masyarakat luas atau antar suku, tetapi juga sebagai alat perbubungan dalam masyrakat yang keaadaan sosial budaya dan bahasanya sama.

Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi

Dalam kaitan ini, bahasa Indonesia adalah satu-satunya alat yang memungkinkan kita membina serta mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa sehingga ia memiliki identitasnya sendiri, yang membedakannya dengan bahasa daerah. Dengan demikian masyarakat bangsa kita tidak tergantung sepenuhnya kepada bangsa-bangsa asing di dalam usahanya untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern serta untuk ikut serta dalam usaha pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.

Sehendra dan Supinah (1997) mengemukakan bahwa bahsa Indonesia adalah satu-satuya alat yang memungkinkan kita membina serta mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa sehingga ia memiliki ciri-ciri dan indentitasnya sendiri, yang membedakannya dari kebudayaan daerah.