Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pencegahan Kecelakaan Pada Anak

google picture

Semua orangtua tentu sayang kepada buah hatinya, orangtua juga memegang peranan penting dalam mencegah kecelakaan pada anak, terkadang sebagian orangtua tidak menyadari akan bahaya yang kemungkinan akan menimpa anaknya. Tidak jarang kita melihat anak dibawah umur ugal-ugalan dijalan raya sambil mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan pengaman seperti helm dan sebagainya.

Karena alasan-alasan sepele terkadang sebagian orangtua terkesan "menghiraukan" dengan berkata "ya sudahlah" dari pada mempertimbangkan akan keselamatan buah hatinya.

Salah satu faktor penyebab kelalaian dalam menjaga anak yang berujung pada kecelakaan pada anak adalah kesibukan orangtua sehingga tidak jarang hal buruk menimpa pada diri anak. Berikut ini kiat-kiat sederhana sebagai bentuk pencegahan kecelakaan pada anak :

TERSEDAK Pada usia tertentu, anak-anak selalu memasukkan apapun ke dalam mulutnya. Hati-hati
bisa tersedak. Inilah beberapa hal yang harus dilakukan orang tua untuk mencegah kejadian tersedak :
  • Jauhkan anak-anak dari barang-barang kecil dan mainan yang bisa dilepas menjadi bagian-bagian kecil.
  • Berilah mainan yang sesuai dengan umur dan ketrampilan anak.
  • Jauhkan mainan yang lebih besar dari jangkauan anak. Anak selalu tertarik dengan benda yang berwarna cerah.
  • Ajari si kakak untuk menyimpan mainannya secara rapi pada kotak khusus tertutup yang sudah disediakan.
  • Periksa secara berkala semua mainan yang mungkin kendur atau sudah patah. Bagian yang terlepas bisa mudah tertelan.
  • Setiap kali membersihkan lantai, pastikan tak ada benda kecil yang tertinggal seperti peniti, uang logam, tutup botol, kuku, penjepit kertas, jepit rambut, karet gelang dan benda kecil lainnya.
  • Hindari memakaikan baju yang penuh kancing atau aksesoris yang mudah ditarik. Bila terlepas bisa tertelan oleh anak.
  • Jangan memberikan permen, popcorn, kacang, dan makanan potongan kecil atau butiran karena dapat membuat anak tersedak, atau benda itu masuk ke dalam hidung.
  • Selalu tunggui setiap kali anak makan. Jangan memberikan makan sembari ia bermain, merangkak atau belajar berjalan.

TENGGELAM Sering terjadi anak tenggelam di kolam renang. Ini karena minimnya pengawasan saat si kecil bermain di dekat kolam renang. Agar anak terhindar dari bahaya tenggelam, inilah yang perlu dilakukan orang tua :
  • Gunakan ember dan air yang ukurannya disesuai dengan usia anak. Jangan pernah meninggalkan anak sendirian sedetikpun di dekat bak mandi.
  • Selalu buang air dalam “ bath up “ setiap kali usai menggunakannya. Bila sedang mengisi bath up, tutuplah pintu kamar mandi. Bila perlu kuncilah untuk mencegah si kecil merangkak masuk.
  • Sekeliling kolam renang harus diberi pagar pengaman yang rapat dan pintu pagar menuju kolam renang harus selalu dikunci.
  • Selalu awasi si kecil bila ia berada di dekat air, meski di kolam yang khusus untuknya sekalipun.
  • Jangan terlalu berambisi mengajari anak berenang sejak dini di kolam renang umum. Usia yang paling disarankan adalah 3 tahun karena daya tahan tubuhnya sudah lebih kuat menghadapi parasit dan bakteri yang mungkin ada di kolam renang umum.
KESETRUM Yang sering terjadi, anak kesetrum karena memasukkan benda logam ke dalam stop kontak. Bahaya kesetrum bisa dihindari dengan caracara berikut :
  • Kita harus rajin mencek setiap kabel-kabel listrik dan stop kontak yang ada di rumah. Bila ada kabel yang mengelupas, segera ganti dengan kabel yang baru. Gantilah stop kontak dengan model yang tertutup atau berpengaman, misal : harus diputar dulu bila hendak digunakan.
  • Tutup stop kontak dengan barang-barang furnitur yang tak mudah digeser.
  • Hindari peralatan listrik seperti mixar atau setrika dengan kabel menjuntai dari jangkauan anakanak.
TERBAKAR Anak memiliki kulit yang lebih tipis jika dibandingkan dengan orang dewasa. Kulit mereka lebih rentan terhadap luka bila terkena api atau tersiram sesuatu yang panas. Yang sering terjadi, ibu membuat susu dengan tetap menggendong si kecil. Bahayanya bila si kecil meronta, maka botol susu yang sudah berisi air hangat akan terguncang hingga airnya bisa menyiram si kecil. Apa yang buat kita tidak terasa panas, buat si kecil bisa menyebabkan kulit jadi merah seperti halnya tersiram air panas. Supaya resiko terbakar atau terkena air dan benda panas dapat dihindari, lakukan hal berikut :
  • Selalu mengetes terlebih dahulu panasnya air yang akan digunakan untuk menyeduh susu atau untuk mandi.
  • Jika anda sedang menikmati kopi atau teh, hindari sambil memegang anak.
  • Jangan sambil menggendong si kecil bila sedang memasak. Sikecil bisa menarik gagang panci atau merontaronta yang membuat konsentrasi anda terpecah.
  • Arahkan mulut teko ke dalam, untuk menghindari tertumpah ke bawah bila tersenggol.
  • Jangan sambil menggendong si kecil bila sedang menyetrika.
  • Simpan korek api dan pemantik api jauh dari jangkauan anak.
JATUH Sering terjadi, anak jatuh dari tempat tidurnya sendiri atau orang tuanya. Agar si kecil tidak
terjatuh, orang tua seharusnya :
  • Tidak membiarkan si kecil sendirian sedetikpun bila ia berada di tempat tidur, sofa atau kursi.
  • Pasang pagar pengaman di tangga menuju ruang atas.
  • Pasang tali pengaman di kursi makan dan peralatan lain yang dilengkapi tali pengaman. Meski hanya ditinggal membuat susu atau menerima telepon, tatap pasangkan tali pengaman ini.
  • Lepaskan bumper ( bantal pengaman ) dari tempat tidurnya karena akan dipakainya untuk memanjat.
  • Untuk mengantisipasi si kecil jatuh dari tempat tidur, sejak awal belilah tempat tidur yang bisa diatur ketinggiannya. Semakin besar si kecil, seharusnya semakin rendah alas ranjangnya sehingga ia tidak meloncati pagar pengaman tempat tidur karena menjadi lebih tinggi. Kuncilah selalu pagar pengaman ini.
  • Jangan meletakkan bayi dan kursinya di tempat tinggi, misal di meja, di tempat yang tidak rata, atau di bangku yang tinggi. Jangan biarkan si kecil sendirian duduk dikursinya.
TERCEKIK DAN KEKURANGAN NAFAS Kasus yang sering terjadi anak kekurangan nafas karena hidungnya tertutup oleh bantalnya sendiri. Bahaya tercekik dan kekurangan nafas dapat dicegah dengancara :
  • Berikan tempat tidur pada anak dengan spri yang tidak kusut dan kasurnya tidak terlalu empuk agar tidak timbul gelombang.
  • Hindari anak tidur dengan bantal-bantal yang tertumpuk disekitarnya. Tumpukan ini bisa rubuh dan menimpa tubuhnya dan bantal dapat menutupi jalan nafasnya.
  • Ikat semua tali yang menjuntai, seperti tali gorden, krei, tali sarung guling dan lainnya, sehingga tidak bisa untuk mainan oleh si kecil. Bahaya tercekik bisa timbul dari tali yang menjuntai.
  • Jangan mengikatkan sesuatu pada lehernya, termasuk topi yang memakai tali pengikat.
  • Jangan biarkan mainan yang bertali atau mempunyai simpul-simpulyang bisa dilepas.
  • Simpan semua tas plastik, kantong plastik dari jangkauan anak. Bahaya kekurangan nafas dapat terjadi bila anak bermain tas plastik. Mereka memasukkan keplanya ke dalam plastik, padahal akibatnya ia bisa kekurangan nafas akibat defisit udara.
KERACUNAN Bahaya keracunan yang sering terjadi pada anak adalah menelan obat berlebihan
(overdosis) karena orang tua meletakkan obat sembarangan. Potensi keracunan lainnya menelan cairan kosmetik ibunya, cairan pembersih untuk rumah dan cairan pembasmi serangga dan bahan beracun lainnya. Untuk menghindarinya, berikut yang harus dilakukan :
  • Letakkan semua barang-barang yang menimbulkan potensi keracunan seperti bahan-bahan pembersih, pewangi pakaian, pupuk dan lainnya di tempat tinggi dan tak mudah dijangkau. Bila perlu, kunci lemari khusus tersebut. Simpanlah tetap bersama pembungkusnya. Biasanya disitu tertera cara menanggulangi bila terhirup atau tertelan.
  • Hal yang sama juga berlaku dalam penyimpanan kosmetik, parfum, pencuci mulut, pembersih muka dan peralatan kosmetik lainnya.
  • Letakkan bumbu dapur, kecap, sirup dan minyak goreng ditempat yang terkunci pula.
  • Demikian juga dengan vitamin, obatobat bebas dan lainnya di tempat yang aman dari jangkauan anak. Seharusnya kemasan bahan yang beracun “toxic product” didesain sedemikian rupa agar tak bisa dibuka oleh anak.



Sumber : usahakesehatansekolah.com, google picture