Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Panduan Bagi Guru dan Orang Tua Bicara Tentang Kejahatan Teroris

google.co.id

Anak berbeda dengan orang dewasa dalam ketika menanggapi suatu peristiwa, dalam memahami suatu hal anak perlu pendampingan dari orangtua maupun gurunya, termasuk kejahatan teroris.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan Panduan Bagi Orang Tua Bicara Tentang Kejahatan Teroris, berikut panduan berbicara tentang kejahatan teroris pada anak seperti yang dikutip pada laman litbang kemdikbud :

Panduan Bagi Orang Tua
  • Cari tahu apa yang mereka pahami. Bahas secara singkat apa terjadi, meliputi fakta-fakta yang sudah terkonfirmasi, ajak anak untuk menghindari isu dan spekulasi.
  • Hindari paparan terhadap televisi dan media sosial yang sering menampilkan gambar dan adegan mengerikan bagi kebanyakan anak, terutama anak dibawah usia 12 tahun.
  • Identifikasi ketakutan anak yang mungkin berlebihan. Pahami bahwa setiap anak memiliki karakter unik. Jelaskan bahwa kejahatan teroris sangat jarang, namun kewaspadaan bersama tetap perlu.
  • Bantu anak mengungkapkan perasaannya terhadap tragedi yang terjadi. Bila ada rasa marah, arahkan pada sasaran yang tepat yaitu pelaku kejahatan. Hindari pada identitas golongan yang didasarkan pada prasangka.
  • Jalani kegiatan keluarga secara normal untuk memberikan rasa nyaman, serta tidak tunduk pada tujuan teroris menggangu kehidupan kita. Kebersamaan dan komunikasi rutin penting untuk mendukung anak.
  • Ajak anak berdiskusi dan mengapresiasi kerja para Polisi, TNI dan Petugas Kesehatan yang melindungi, melayani dan membantu kita dimasa masa tragedi. Diskusikan lebih banyak tentang sisi kesigapan dan keberanian mereka dari pada sisi kejahatan para pelaku teror.
Panduan Bagi Guru
  • Sediakan waktu bicara bagi siswa tentang kejahatan terorisme. Siswa sering menjadi Guru tempat mencari informasi dan pemahaman tentang apa yang sedang terjadi.
  • Bahas secara singkat apa yang terjadi, meliputi fakta-fakta yang sudah terverifikasi. Jangan membuka ruang terhadap rumor, isu dan spekulasi.
  • Beri kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya tentang tragedi/kejahatan yang terjadi . Nyatakan dengan jelas rasa duka kita terhadap para korban dan keluarganya.
  • Arahkan rasa kemarahan pada sasaran yang tepat, yaitu pada pelaku kejahatan, bukan pada identitas pada golongan tertentu yang didasarkan pada prasangka.
  • Kembali pada rutinitas normal. Terorisme akan sukses apabila mereka berhasil mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan kehidupan kebangsaan kita.
  • Ajak siswa berpikir positif. Ingatkan bahwa negara kita telah melewati banyak tragedi dan masalah dengan tegar, gotong royong, semangat persatuan dan saling menjaga.
  • Ajak anak berdiskusi dan mengapresiasi kerja para Polisi, TNI dan Petugas Kesehatan yang melindungi, melayani dan membantu kita dimasa masa tragedi. Diskusikan lebih banyak tentang sisi kesigapan dan keberanian mereka dari pada sisi kejahatan para pelaku teror.

Sumber : Litbang Kemdikbud.