Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Model, Prinsip dan Bentuk Kemitraan Jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/K

kemitraan paud


Jelang memasuki tahun ajaran baru 2016/2017 yang sebentar lagi segera mulai sekitar awal Juli 2016, tentu banyak persiapan yang harus dilakukan baik dari Satuan Pendidikan, Guru/ Tenaga Kependidikan, Peserta Didik, Orangtua/Wali dan Masyarakat.

Sekolah tidak sepenuhnya dapat memberikan kebutuhan dan perkembangan peserta didiknya, disinilah peran penting orangtua/wali peserta didik. Diperlukan kemitraan yang solid dan berkesinambungan antara satuan pendidikan, orangtua/wali, serta masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang sejalan dengan amanat undang-undang.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan petunjuk teknis (Juknis) Kemitraan Satuan Pendidikan Dengan Keluarga dan Masyarakat untuk memberikan panduan kepada satuan pendidikan dalam menjalin kemitraan dengan keluarga dan masyarakat.

Kemitraan antara sekolah dengan keluarga dan masyarakat dirancang agar terbentuk ekosistem pendidikan yang dapat mendorong tumbuhnya karakter dan budaya prestasi semua warga sekolah. Lalu seperti apa saja model, prinsip, bentuk kemitraan yang dapat dikembangkan di tingkat satuan pendidikan ?

MODEL KEMITRAAN

Satuan pendidikan bertindak sebagai:

Pemrakarsa dalam kemitraan, yaitu pihak yang mengawali untuk membangun kemitraan, misalnya pada hari pertama masuk sekolah, sekolah dalam hal ini diwakili oleh wali kelas memimpin pertemuan dengan orang tua/wali untuk membahas program satuan pendidikan dan agenda pertemuan orang tua/wali.

Fasilitator kemitraan, yaitu pihak yang memfasilitasi terwujudnya kemitraan dengan keluarga dan masyarakat, misalnya menyediakan tempat penyelenggaraan kelas orang tua/wali; dan

Pengendali kemitraan, yaitu pihak yang mengendalikan secara proaktif sehingga kemitraan terus berjalan semakin baik, misalnya melakukan evaluasi perubahan perilaku orang tua/wali dalam keterlibatannya mendukung proses pendidikan anak di rumah.

PRINSIP KEMITRAAN

Untuk mewujudkan kemitraan antara sekolah dengan keluarga agar dapat mendorong tumbuhnya karakter dan budaya prestasi semua warga sekolah, maka kemitraan dilaksanakan dengan mengacu pada prinsip-prinsip :

Kesamaan Hak, Kesejajaran, dan Saling Menghargai

Kemitraan antara sekolah dengan keluarga dan masyarakat dapat terjalin secara dinamis dan harmonis apabila semua unsur yang terlibat memiliki kesamaan hak, kesejajaran, dan saling menghargai sesuai dengan peran dan fungsinya. Prinsip ini akan mendorong peran aktif dan sukarela dari semua pihak untuk terlibat mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program kemitraan.

Semangat Gotong Royong dan Kebersamaan

Kemitraan dibangun atas dasar semangat gotong royong dan kebersamaan. Prinsip ini akan terjadi apabila semua pihak merasakan ada kebutuhan dan kepentingan yang sama terkait dengan pendidikan anak atau peserta didik. Prinsip ini akan menumbuhkankan keinginan dari semua pihak untuk berkolaborasi dan bersinergi untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang dapat memberi pengalaman belajar yang kaya kepada peserta didik.

Saling Melengkapi dan Memperkuat

Pihak sekolah tidak mungkin mampu melayani semua kebutuhan belajar peserta didiknya dengan segala keterbatasan sumberdaya yang dimiliki. Untuk itu, perlu dijalin kemitraan dengan orang tua dan masyarakat sehingga tercipta tri sentra pendidikan yang saling melengkapi dan memperkuat sesuai perannya masing-masing.

Saling Asah, Saling Asih, dan Saling Asuh

Prinsip saling asah, saling asih, dan saling asuh diharapkan dapat mewujudkan terjadinya proses berbagi pengalaman, pengetahuan, keterampilan, dan nilai/norma antara satu dengan lainnya. Serta terjadi proses saling membelajarkan antara pihak sekolah, keluarga, dan masyarakat dilandasi oleh rasa cinta dan kasih sayang dalam rangka menciptakan ekosistem pendidikan yang baik bagi peserta didik.

BENTUK KEMITRAAN

Bentuk-bentuk kemitraan sekolah, keluarga, dan masyarakat dapat dilakukan sebagai berikut :

Penguatan Komunikasi Dua Arah

Komunikasi dua arah bertujuan untuk mendapat informasi dan masukan tentang perkembangan peserta didik, baik dari keluarga kepada satuan pendidikan maupun sebaliknya.

Komunikasi sekolah dengan keluarga dan masyarakat dapat dilakukan dalam beragam bentuk dan media. Misalnya informasi yang dituliskan rutin melalui buku penghubung, pertemuan rutin wali kelas dengan orang tua/wali, komunikasi dalam wadah paguyuban orang tua per kelas, komunikasi melalui media komunikasi seperti melalui pesan singkat (SMS), dan lain-lain yang sesuai.

Pendidikan Orang Tua

Bentuk kemitraan ini ingin membantu orang tua/wali dalam membangun kesadaran akan pendidikan anak, termasuk di antaranya adalah dengan mengembangkan lingkungan belajar dirumah yang kondusif (aman, nyaman dan menyenangkan). Pendidikan orang tua ini bisa berupa kelas orang tua/wali yang dilakukan rutin oleh satuan pendidikan atau masyarakat (komite sekolah, organisasi mitra dan komponen masyarakat lain).

Kelas ini diharapkan dapat membantu orang tua/wali untuk:
memperoleh pemahaman yang benar tentang kondisi anak dan upaya-upaya yang dapat dilakukan;
meningkatkan peran positif dan tanggung jawab sebagai orang tua/wali dalam mengatasi permasalahan anak; dan
meningkatkan kerjasama yang lebih harmonis antara orang tua/ wali dan satuan pendidikan dalam membantu permasalahan anak.

Kegiatan Sukarela

Kegiatan ini bertujuan untuk menyalurkan aspirasi masing-masing pihak dalam mendukung dan membantu kemajuan pendidikan anak.

Belajar di Rumah

Sekolah mengkomunikasikan orang tua/wali mengenai materi yang sebaiknya diperkaya dan diperdalam kembali di rumah.

Kolaborasi dengan Masyarakat

Kemitraan ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran masyarakat dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan anak. Masyarakat dalam hal ini adalah tokoh masyarakat, tokoh agama, ahli pendidikan atau lainnya, pengusaha, profesional, dan lembaga yang relevan baik bagi satuan pendidikan maupun bagi peserta didik.

UNDUH JUKNIS KEMITRAAN SATUAN PENDIDIKAN TAHUN 2016