Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kriteria Kelayakan Buku Teks Pelajaran Sesuai Dengan Permendikbud Nomor 8 Tahun 2016

google.co.id

Beberapa waktu lalu dunia pendidikan Indonesia di hebohkan oleh beberapa kasus buku pelajaran, Lembar Kerja Siswa (LKS), kamus serta novel yang mengandung konten porno dan radikalisme. Kasus buku pelajaran tersebut sempat jadi sorotan di kalangan pendidik, media, dan masyarakat pada umumnya. 

Buku teks pelajaran merupakan sumber pembelajaran utama untuk digunakan di satuan pendidikan (sekolah) dalam mencapai kompetensi dasar dan kompetensi inti. Disetiap satuan pendidikan, selain buku teks pelajaran juga terdapat buku non teks pelajaran, yaitu buku pengayaan untuk mendukung proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan.

Sebagai sumber pembelajaran utama bagi siswa, sudah seharusnya satuan pendidikan, guru/tenaga kependidikan, orangtua/wali dan masyarakat ikut serta dalam memilih dan memilah buku teks pelajaran yang memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan oleh peserta didik. 

Berikut ini kriteria kelayakan buku pelajaran yang digunakan oleh satuan pendidikan sesuai dengan Permendikbud Nomor 8 Tahun 2016 ;

  • Buku teks pelajaran maupun non teks pelajaran wajib memenuhi usur :
  1. kulit buku wajib memenuhi kulit depan buku, kulit belakang buku, dan punggung buku
  2. Bagian awal buku teks pelajaran wajib memenuhi halaman judul, halaman penerbitan, halaman kata pengantar, halaman daftar isi, halaman daftar gambar, halaman tabel, dan penomoran halaman, sedangkan untuk buku non teks pelajaran wajib memenuhi halaman judul, dan halaman penerbitan.
  3. Bagian isi pada buku teks pelajaran wajib memenuhi aspek materi, aspek kebahasaaan, aspek penyajian materi dan aspek kegrafikan, sedangkan buku non teks pelajaran wajib memenuhi aspek materi serta dapat juga menambahkan aspek kebahasaan, penyajian materi, dan aspek kegrafikan.
  4. Bagian akhir buku teks pelajaran wajib memenuhi informasi tentang perbukuan, glosarium, daftar pustaka, indeks dan lampiran. Untuk bagian akhir buku non teks pelajaran  yang non fiksi wajib memenuhi informasi tentang perbukuan dan indeks dapat juga ditambahkan glosarium, daftar pusataka dan lampiran
  • Buku yang digunakan satuan pendidikan wajib memenuhi nilai/ norma positif yang berlaku di masyarakat, antara lain tidak mengandung unsur pornografi, paham ekstrimisme, radikalisme, kekerasan, SARA, bias gender, dan tidak mengandung nilai penyimpangan lainnya.
  • Buku teks pelajaran maupun non teks pelajaran wajib memenuhi kriteria penilaian sebagai buku yang layak digunakan oleh satuan pendidikan (kriteria atas kelayakan buku teks pelajaran dilakukan oleh tim penelaah yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan)
Pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Permendikbud Nomor 8 Tahun 2016 tantang Buku Yang Digunakan Oleh Satuan Pendidikan juga ditegaskan bahwa :
  • Satuan Pendidikan wajib memilih dan menyediakan Buku Teks Pelajaran yang dinyatakan oleh Kementerian untuk digunakan dalam proses pembelajaran
  • Satuan Pendidikan wajib melakukan evaluasi seluruh buku yang digunakan di Satuan Pendidikan untuk memastikan buku yang digunakan di Satuan Pendidikan memenuhi kriteria kelayakan.