Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berikan Pemahaman Kepada Anak Tentang Seks


google.co.id

Proses biologis atau perkembangan fisik mencakup perubahan-perubahan dalam tubuh individu seperti pertumbuhan otak, hormon, organ-organ indrawi dan sejenisnya. Dalam hal ini, anak merupakan calon manusia dewasa yang pada tahap perkembangannya sedang dipersiapkan untuk menjadi matang saat kelak anak beranjak dewasa.

Saat usia anak-anak sudah ada fase-fase perkembangannya, dimulai dari Fase Oral (0-18 bulan), Fase Anal (2-3 tahun), Fase Phallic (4-6 tahun), Fase Latent (7 tahu hingga masa puber) dan Fase Genital yakni pada saat masa pubertas di usia 11 - 18 tahun. 

Sebagian besar masyarakat memahami bahwa anak mengalami masa perkembangan , akan tetapi terkadang sulit bagi orangtua untuk memahami bahwa anaknya juga mengalami perkembangan seksual. Perkembangan seksual bukan hanya perilaku memuaskan nafsu seks semata, tetapi juga mencakup pembentukan nilai, sikap, perilaku, perasaan, interaksi dan perilaku. Maka dalam hal perkembangan seksual anak, orangtua perlu memahami dan membantu agar proses perkembangan anak berjalan baik.


Sebagai contoh, ketika anak berusia 5 tahun membuka seluruh pakaiannya didepan orang-orang, orangtua dapat menyampaikan pemahaman seksualitas tentang bagian tubuh pribadi diarea pribadi dan diarea publik. "Kamu hanya boleh membuka pakaian ketika mandi, tidak boleh didepan orang-orang", dengan begitu anak dapat pemahaman tentang nilai dan norma perilaku seks sesuai dengan tingkat perkembangannya.

Orangtua merupakan agen penting dalam perkembangan anak, anak membutuhkan pendampingan orangtua agar anak dapat memahami perkembangan seksualitasnya. Berikut ini jenis atau metode yang dapat dijadikan orangtua sebagai panduan untuk pendidikan seks bagi anak-anaknya:
  • Ajari anak nama bagian tubuh, termasuk penis dan vagina
  • Jelaskan perbedaan dasar perempuan dan laki-laki
  • Bantu anak memahami bagaimana berinteraksi dengan sebayanya yang benar
  • Berikan jawaban sederhana tentang bagian tubuh dan fungsinya
  • Jelaskan sentuhan yang boleh dan tidak boleh 
  • Berikan pesan positif bagaimana memahami tubuh dan tentang menjaga diri serta keamanan diri
  • Mulai berbicara tentang persiapan perubahan fisik yang akan terjadi dimasa pubertas
  • Jelaskan bahwa menyentuh bagian pribadi adalah kegiatan yang tidak boleh dilakukan di tempat umum
  • Ajari anak mengelola emosinya ketika mengalami pubertas
  • Berikan informasi dasar mengenai perilaku seksual dengan kemampuan pemahamannya
  • Ajak bicara kritis tentang apa yang nyata dan tidak nyata mengenai gambaran seksual dimedia
  • Sampaikan bahwa pelecehan seksual bisa terjadi dengan sentuhan dan tanpa sentuhan
  • Ajari batasan/ aturan pacaran atau kencan
  • Ajari tentang kesehatan reproduksi
*Sampaikan sesuai dengan tingkat usia dan kemampuan pemahaman anak.

Referensi :psikologiforensik.com