Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hindari 9 Kesalahan Fatal Ini Dalam Mendidik Anak


google.co.id

Banyak hal yang dilakukan agar anak menjadi manusia yang berguna, bahkan orang selalu mengatakan bahwa anaknya harus lebih baik dari dirinya sendiri dalam berbagai hal, baik ilmunya, perilakunya, dan dalam segala hal.

Namun kenyataannya, secara sadar maupun tidak, orang selalu salah dalam mendidik putra-putrinya. Bagaimana mendidik anak yang benar? hindari 9 kesalahan fatal dalam mendidik anak berikut ini :

1. Kurang Pengawasan

Seringkali anak terlalu banyak bergaul di lingkungan yang semu diluar lingkungan keluarga, dan itu merupakan hal buruk yang seharusnya mendapat perhatian dari kedua orang tuanya. Jangan biarkan anak anda berada diluar sendirian, karena bagaimanapun anak membutuh perhatian anda sebagai orang tuanya.


2. Gagal Mendengarkan

Banyak orang tua terlalu lemah dalam memberikan perhatian kepada anak dan cenderung kurang peduli pada apa yang anak ungkapkan kepada orangtuanya. Misalnya saat anak laki-laki pulang dengan mata yang terlihat lebam, pada umumnya orangtua langsung menanggapi kondisi anaknya tersebut dengan berlebihan, mengira-ngira si anak terkena benturan bola, atau bahkan berkelahi dengan temannya di sekolah. Tetap, faktanya orang tua tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi hingga anaknya sendiri yang bercerita.

3. Meluruskan Kesalahan Anak

Orangtua sebaiknya membiarkan terlebih dahulu jika anak melakukan suatu kesalahan, jangan langsung memvonisnya bersalah, biarkan anak anda belajar dari kesalahannya agar kesalahan tersebut tidak terulang lagi dilain waktu. Tentu saja, ketika kesalahan anak tidak membahayakan jika dibiarkan terlebih dahulu, namun maksudnya adalah kesalahan kecil yang membuat anak bisa belajar mengatasinya. Bantu anak anda bisa mengatasi masalahnya sendiri.

4. Terlalu Berlebihan

Banyak orang tua yang banyak menghabiskan waktu untuk dirinya sendiri.Tetapi sangat sedikit yang meluangkan waktu bersama anaknya. Seorang ibu bisa bermake-up berjam-jam lamanya dan hanya punya sedikit waktu untuk anaknya atau seorang ayah bisa menonton bola hingga berjam-jam dan menyisakan beberapa menit untuk anaknya. Luangkan waktu yang lebih untuk mendampingi anak agar dapat memacu dan menumbuhkan kreatifitas pada anak.

5. Bertengkar Dihadapan Anak

Perilaku orangtua yang dapat mempengaruhi dan merusak mental anak adalah bertengkar dihadapan anak. Ketika orantua bertengkar dihadapan anak, khsusunya ketika anak anda adalah anak laki-laki, maka nantinya anak tersebut menjadi pria dewasa yang tidak sensitif dan tidak dapat menjalin hubungan dengan wanita dengan cara yang sehat.

Sebaliknya jika orangtua sedang bertengkar seharusnya mereka tidak memperlihatkannya kepada anak-anak yang ada di sekitar mereka. Wajar sajak bila orangtua bertengkar dan memiliki pendapat tetapi sebisa mungkin harus dilakukan tanpa amarah, karena hal itu dapat menimbulkan perasaan tidak aman dan rasa takut bagi anak.

6. Tidak Konsisten

Anak harus menyadari peran orangtua mereka. Oleh karena itu orangtua harus konsisten dengan ucapannya. Cara mendidik anak saat ini sering bertolak belakang antara ucapan dan perbuatan orangtua. Saat anak meminta jajan makanan yang tidak sehat baginya, orang tua jelas melarangnya. Namun, saat anak terus saja merengek dan menangis, akhir orangtua menyerah dan memberikan uang kepada sianak untuk membeli makanan tersebut. Ini tidak baik bagi psikologis anak, dalam pikirannya akan tertanam bahwa orang tuanya tidak konsisten.

7. Mengabaikan Kata Hati

Orang tua apalagi seorang ibu, mempunyai kepekaan yang tajam tentang anaknya. Sudah saatnya mereka mendengarkan kata hatinya dalam mendidik anak, jangan sampai nuraninya dikalahkan oleh hal-hal lain yang menyebabkannya salah dalam mendidik anak.

8. Terlalu Banyak Nonton TV

Terlalu banyak menonton TV akan membuat anak jadi malas dalam belajar. Ironisnya banyak orangtua cenderung membiarkan anaknya berlama-lamaan di depan TV, hal itu mereka lakukan dari pada menggangu aktifitas mereka sebagai orang tua. Jika demikian, semua acara TV yang negatif dan tidak sesuai dengan usia juga akan masuk kepala dan orangtua tidak akan bisa memfilternya. Dampingi anak anda saat menonton TV dan pilihkan acara yang sesuai dengan usianya dan batasi kegiatannya dalam menonton TV.

9. Segalanya Diukur Dengan Materi

Tidak cukup hanya memberikan anak berbagai benda dan mainan yang bisa mereka koleksi. Karena anak juga membutuhkan orangtua untuk mendengarkan mereka dibandingkan dengan anda memberinya sesuatu dan diam. Ini berdampak kurang baik bagi psikologis anak.


Sumber : www.pendidikankarakter.com