Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tugas dan Larangan Komite Sekolah


Komite  Sekolah  adalah  lembaga  mandiri  yang beranggotakan  orangtua/wali  peserta  didik,  komunitas sekolah,  serta  tokoh  masyarakat  yang  peduli  pendidikan.

Komite Sekolah berkedudukan disetiap satuan pendidikan  serta berfungsi dalam meningkatkan mutu pelayanan pendidikan. Dalam menjalankan fungsinya, komite sekolah bertindak secara  gotong royong,  demokratis,  mandiri,  profesional,  dan  akuntabel.

Berdasarkan Permendikbud nomor 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah, dijelaskan ketentuan tentang tugas dan larangan komite sekolah sebagimana diuraikan pada pasal 3 dan pasal 12 permendikbud 75 tahun 2016.

Tugas Komite Sekolah
  • Memberikan  pertimbangan  dalam  penentuan  dan pelaksanaan  kebijakan  pendidikan  terkait:
- kebijakan  dan  program  Sekolah
- Rencana  Anggaran  Pendapatan  dan  Belanja Sekolah/Rencana  Kerja  dan  Anggaran  Sekolah (RAPBS/RKAS) kriteria  kinerja  Sekolah
- kriteria  fasilitas  pendidikan  di  Sekolah
- kriteria  kerjasama  Sekolah  dengan  pihak  lain.
  • Menggalang  dana  dan  sumber  daya  pendidikan lainnya dari masyarakat baik perorangan/organisasi/dunia  usaha/dunia  industri maupun  pemangku  kepentingan  lainnya  melalui upaya  kreatif  dan  inovatif.
  • Mengawasi  pelayanan  pendidikan  di  Sekolah  sesuai dengan  ketentuan  peraturan  perundang-undangan
  • Menindaklanjuti  keluhan,  saran,  kritik,  dan  aspirasi dari  peserta  didik,  orangtua/wali,  dan  masyarakat serta  hasil  pengamatan  Komite  Sekolah  atas  kinerja Sekolah. 
Larangan Komite Sekolah

Komite  Sekolah,  baik  perseorangan  maupun  kolektif  dilarang:
  • menjual  buku  pelajaran,  bahan  ajar,  perlengkapan  bahan ajar,  pakaian  seragam,  atau  bahan  pakaian  seragam  di Sekolah
  • melakukan  pungutan  dari  peserta  didik  atau  orang tua/walinya; mencederai  integritas  evaluasi  hasil  belajar  peserta  didik secara  langsung  atau  tidak  langsung
  • mencederai  integritas  seleksi  penerimaan  peserta  didik baru  secara  langsung  atau  tidak  langsung
  • melaksanakan  kegiatan  lain  yang  mencederai  integritas Sekolah  secara  langsung  atau  tidak  langsung
  • mengambil  atau  menyiasati  keuntungan  ekonomi  dari pelaksanaan  kedudukan,  tugas  dan  fungsi  komite Sekolah
  • memanfaatkan  aset  Sekolah  untuk  kepentingan pribadi/kelompok
  • melakukan  kegiatan  politik  praktis  di  Sekolah dan/atau
  • mengambil  keputusan  atau  tindakan  melebihi kedudukan,  tugas,  dan  fungsi  Komite  Sekolah. 
Komite  Sekolah  melaksanakan  fungsi  dan  tugas  melalui koordinasi  dan  konsultasi  dengan  dewan  pendidikan provinsi/dewan  pendidikan  kabupaten/kota,  dinas pendidikan  provinsi/kabupaten/kota,  dan  pemangku kepentingan  lainnya serta Komite  Sekolah  dalam  melaksanakan  fungsi  dan  tugas berkoordinasi    dengan  Sekolah  yang  bersangkutan.