Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dampak Game Terhadap Anak


Di zaman digital sekarang ini, seperti yang kita ketahui dan lihat dilingkungan sekitar kita anak-anak usia 5 sampai 10 tahun dengan gesit mengoperasikan gadget jenis handphone maupun tablet. Berbeda dengan orang dewasa, orang dewasa lebih memanfaatkan gadget untuk keperluan komunikasi baik itu telepon dan sms sesama rekan kerja atau rekan bisnis. Sedangkan anak lebih cendrung menggunakan gadget sebagai "permainan moderen" yang tidak ramah bagi kesehatan dan perkembangan anak itu sendiri. 

Bukan hanya di perkotaan saja yang lebih dominan dengan mainan-mainan serba canggih yang tidak ditemukan di pedesaan, anak di pedesaan juga ikut "terjangkit virus" oleh perkembangan teknologi saat ini. Tak sedikit pandangan kita tertuju oleh anak usia balita menggenggam gadget yang bisa saja milik orangtuanya atau sanak saudaranya.

Peran Orangtua

Dalam tumbuh kembang anak, orangtua berperan penting untuk menjaga apa saja yang bisa dan tidak bisa dilakukan oleh anaknya termasuk jenis dan bentuk permainan di mainkan oleh anak. Namun demikian, sebagian orangtua terutama bagi orangtua yang sibuk dengan rutinitas pekerjaannya terkadang cuek dan terkesan tak acuh terhadap anaknya. Tak jarang orangtua dengan sepele beranggapan "ya sudahlah", "berikan saja, dari pada anak itu menangis" dan sebagainya dengan dalih mengamankan situasi sesaat.

Kecanduan Game

Anak yang menghabiskan waktunya dengan bermain game bisa dikategorikan anak yang kecanduan game, mengerikan!. Bila anak sudah kecanduan game, sangan besar dampaknya terhadap tumbuh kembang anak itu sendiri, tentu bukan hal kita inginkan bila suatu saat nanti anak-anak hanya kaya akan kreativitas dengan bermain game saja. Bagimana dengan interaksi sosial anak?

Dampak jangka panjang bermain game

Kecanduan game terhadap anak berdampak tidak baik bagi anak, terutama dari sisi kesehatanya (anak) akibat dari kurangnya waktu istirahat, pola makan yang tidak teratur, mudah emosional, tidak fokus yang berakibat anak tidak dapat berkonsentrasi dengan baik. Selain itu, dampak dari kecanduan game juga mengakibatkan anak mudah mengalami depresi dan kemampuan untuk bersosialisasi menurun drastis.

Kiat-kita mengurangi anak dalam bermain game

Orangtua mana yang tidak sayang terhadap buah hatinya, bagi orangtua berikut ini kiat-kiat yang dapat diterapkan untuk mengurangi keterikatan anak terhadap game :
  • Kurangi interaksi anak terhadap gadget dan arahkan anak untuk aktivitas yang lebih menantang namun bermanfaat
  • Luangkan waktu anda untuk berinteraksi dan bermain dengan anak
  • Komunikasikan kepada anak tentang dampak buruk dari bermain game
  • Bila rumah anda terdapat akses wiffi, matikan pada saat-saat tertentu
  • Buat aturan bahwa 60 menit sebelum waktu tidur harus menonaktifkan seluruh gadget termasuk televisi
  • Sediakan fasilitas sederhana untuk olahraga, seperti peralatan bulu tangkis, tenis meja.