Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Persyaratan Pengurusan Tabungan Hari Tua TASPEN



TASPEN adalah Badan Usaha Milik Negara yang diberikan amanah oleh pemerintah untuk mengelola program Jaminan Kecelakaan Kerja, Tabungan Hari Tua, Pensiun dan Jaminan Kematian sebagai wujud meningkatkan kesejahteraan bagi Aparatur Sipil Negara dan Pejabat Negara di Indonesia.

Tabungan Hari Tua (THT)

Tabungan Hari Tua adalah Program Asuransi Dwiguna yang dikaitkan dengan usia pensiun ditambah dengan Asuransi Kematian. Peserta Program THT yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pusat/ Daerah, kecuali PNS Kementerian Pertahanan, dan Pejabat Negara. 

Kewajiban Peserta THT
  • Setiap peserta THT wajib membayar iuran / premi sebesar 3,25% dari penghasilannya perbulan (gaji pokok + tunjangan istri + tunjangan Anak) selama masa aktif 
  • Menyampaikan data diri dan keluarganya beserta perubahannya (kenaikan pangkat, perubahan status jiwa).


Hak Peserta THT
  • Hak memperoleh informasi, menyampaikan kritik dan saran.
  • Hak memperoleh Tabungan Hari Tua, apabila peserta berhenti mencapai usia pensiun.
  • Hak memperoleh Tabungan Hari Tua dan Asuransi Kematian, apabila peserta meninggal dunia sebelum mencapai usia pensiun (diterima oleh ahli waris). 
  • Hak Nilai Tunai Asuransi, apabila peserta berhenti/ keluar karena sebab lain.
  • Hak memperoleh Asuransi Kematian, apabila peserta atau anggota keluarga (suami/istri/anak) meninggal dunia.
Persyaratan Pengurusan Hak Tunjangan Hari Tua (THT)

1. Tabungan Hari Tua (THT), apabila peserta berhenti dengan mendapat hak pensiun.
  • Mengisi Formulir Permintaan Pembayaran
  • Asli dan foto copy SK Pensiun Asli SKPP yang dibuat Satuan Kerja dan disahkan oleh instansi yang berwenang (KPPN / Pemda)
  • Foto copy Pertimbangan Teknis dari BKN bagi PNS Golongan 4C ke atas yang SK Pensiunnya belum ditetapkan oleh Presiden
  • Pas foto suami / istri ukuran 3x4 sebanyak 2 (dua) lembar (terbaru)
  • Foto copy identitas diri (KTP / SIM / Paspor) pemohon yang masih berlaku
  • Foto copy nomor rekening Bank bagi pensiun melalui bank
  • NPWP (apabila ada).

Catatan :
Bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) / Pejabat Negara, sekaligus dibayarkan Pensiun Pertama dan Taperum.


2. Tabungan Hari Tua (THT) dan Asuransi Kematian (ASKEM), apabila Peserta meninggal dunia pada saat masih aktif.
  • Mengisi Formulir Permintaan Pembayaran (FPP)
  • Surat keterangan ahli waris dari instansi
  • Asli Kutipan Perincian Penerimaan Gaji (KPPG) yang dibuat oleh bendaharawan gaji
  • Foto copy surat kematian yang di legalisir Lurah/Kepala Desa
  • Foto copy Surat Nikah dilegalisir oleh Lurah / KUA
  • Foto copy identitas diri (KTP / SIM / Paspor) pemohon yang masih berlaku.
  • Akta kelahiran anak, jika anak yang mengajukan.
Catatan :
Bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) / Pejabat Negara, sekaligus dibayarkan Uang Duka Wafat progran JKM.


3. Nilai Tunai Asuransi, apabila peserta berhenti bukan karena pensiun atau bukan karena meninggal dunia.
  • Mengisi Formulir Permintaan Pembayaran (FPP)
  • Foto copy SK Pemberhentian yang disahkan oleh instansi yang berwenang
  • Asli SKPP yang dibuat Satuan Kerja dan disahkan oleh instansi yang berwenang (KPPN / Pemda)
  • Foto copy identitas diri (KTP / SIM / Paspor) pemohon yang masih berlaku.
Catatan :
Bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sekaligus dibayarkan juga Pengembalian Iuran Pensiun.


4. Asuransi Kematian (ASKEM ), apabila Istri/suami dari peserta aktif meninggal dunia.
  • Mengisi Formulir Permintaan Pembayaran (FPP)
  • Asli Kutipan Perincian Penerimaan Gaji (KPPG) yang dibuat oleh bendaharawan gaji
  • Foto copy surat kematian yang dilegalisir Lurah / Kepala Desa / Rumah Sakit
  • Foto copy Surat Nikah dilegalisir oleh Lurah/KUA
  • Foto copy SK Kenaikan Pangkat / Gaji Berkala terakhir
  • Foto copy identitas diri (KTP / SIM / Paspor) pemohon yang masih berlaku.
5. Asuransi Kematian (ASKEM ), apabila Anak dari Peserta Aktif Meninggal Dunia.
  • Mengisi Formulir Permintaan Pembayaran (FPP)
  • Asli Kutipan Perincian Penerimaan Gaji (KPPG) yang dibuat oleh bendaharawan gaji
  • Foto copy surat kematian yang di legalisir Lurah / Kepala Desa / Rumah Sakit
  • Foto copy SK Kenaikan Pangkat / Gaji Berkala terakhir.
  • Foto copy identitas diri (KTP / SIM / Paspor) pemohon yang masih berlaku.
  • Surat Keterangan Sekolah bagi anak usia dibawah 21 tahun

Catatan:
Untuk usia anak 21 s/d 25 tahun, belum menikah / bekerja dan masih sekolah


6. Penerima Pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) meninggal dunia.
  • Mengisi Formulir Permintaan Pembayaran (FPP)
  • Foto copy SK Pensiun
  • Foto copy Kartu Identitas Pensiun (KARIP)
  • Foto copy Surat Kematian yang dilegalisir Lurah/Kepala Desa
  • Foto copy Surat Nikah yang dilegalisir Lurah/Kepala KUA
  • Foto copy identitas diri (KTP / SIM / Paspor) pemohon yang masih berlaku.

Catatan :
Sekaligus dibayarkan juga Uang Duka Wafat (UDW) persyaratan dibuat rangkap 1.


7. Istri / Suami dari Penerima Pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) meninggal dunia.
  • Mengisi Formulir Permintaan Pembayaran (FPP)
  • Foto copy SK Pensiun
  • Kartu Identitas Pensiun (KARIP)
  • Foto copy Surat Kematian yang dilegalisir Lurah / Kepala Desa
  • Foto copy Surat Nikah yang dilegalisir Lurah/Kepala KUA.
  • Foto copy identitas diri (KTP / SIM / Paspor) pemohon yang masih berlaku.
  • Surat Keterangan Ahli Waris yang disahkan oleh Lurah / Kepala Desa

Catatan :
Sekaligus dibayarkan juga Uang Duka Wafat (UDW), persyaratan dibuat rangkap 1.