Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Enam Standar Nasional Perpustakaan

Perpustakaan (google picture)

Perpustakaan merupakan institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak dan karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka (Pasal 1 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan).

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 juga mengatur tentang standar nasional perpustakaan meliputi Standar Koleksi Perpustakaan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pelayanan Perpustakaan, Standar Tenaga Perpustakaan, Standar Penyelenggara dan Standar Pengelolaan.


STANDAR KOLEKSI PERPUSTAKAAN

Standar Koleksi Perpustakaan memuat kriteria paling sedikit mengenai jenis koleksi, jumlah koleksi, pengembangan koleksi, pengolahan koleksi, perawatan koleksi dan pelestarian koleksi.
  • Jenis koleksi 
Jenis koleksi perpustakaan berbentuk karya tulis, karya cetak dan/ atau karya rekam dalam berbagai media yang terdiri atas fiksi dan nonfiksi.
Koleksi non fiksi Perpustakaan Nasional terdiri atas koleksi Indonesiana, bacaan umum, referensi, terbitan berkala, naskah kuno, koleksi khusus, hasil penelitian dan literatur kelabu.
Koleksi nonfiksi perpustakaan umum terdiri atas bacaan umum, referensi, terbitan berkala, dan muatan lokal.
Koleksi nonfiksi perpustakaan sekolah/ madrasah terdiri atas buku teks pelajaran, bacaan umum, referensi dan terbitan berkala.
Koleksi nonfiksi perpustakaan perguruan tinggi terdiri atas buku wajib mata kuliah, bacaan umum, referensi, terbitan berkala, muatan lokal, laporan penelitian, dan literatur kelabu.
Koleksi nonfiksi perpustakaan khusus terdiri atas bacaan umum, referensi, terbitan berkala, laporan penelitian, dan literatur kelabu.
Koleksi perpustakaan umum dan perpustakaan sekolah/ madrasah dapat menambah alat peraga, praktik dan permainan.  
  • Jumlah Koleksi
Jumlah  koleksi nonfiksi perpustakaan umum dan perpustakaan khusus paling sedikit 1.000 (seribu) judul.
Jumlah koleksi nonfiksi perpustakaan sekolah/ madrasah paling sedikit pada setiap perpustakaan sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam standar nasional pendidikan
Jumlah koleksi nonfiksi perpustakaan perguruan tinggi paling sedikit 2.500 (dua ribu lima ratus) judul 
Jumlah koleksi harus memenuhi rasio kecukupan antara koleksi dan pemustaka 
  • Pengembangan Koleksi Perpustakaan
Pengembangan koleksi harus dilakukan berdasarkan kebijakan pengembangan koleksi pada setiap perpustakaan dan harus di tinjau ulang paling sedikit setiap 4 (empat) tahun. Kebijakan pengembangan koleksi mencakup seleksi, pengadaan, pengolahan, dan penyiangan bahan perpustakaan. 
Kebijakan pengembangan koleksi perpustakaan disusun secara tertulis sebagai pedoman pengembangan koleksi perpustakaan yang ditetapkan oleh Kepala Perpustakaan. Dalam pengembangan koleksi, setiap perpustakaan harus menambah koleksi perpustakaan per tahun sesuai dengan kebutuhan pemustaka.
  • Pengolahan Koleksi Perpustakaan
Pengolahan koleksi perpustakaan dilakukan dengan sistem baku serta memperhatikan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
  • Perawatan Koleksi 
Perawatan koleksi harus dilakukan oleh setiap perpustakaan secara berkala yang meliputi penyimpanan dan konservasi.
  • Pelestarian Koleksi
Perpustakaan Nasioal dan Perpustakaan Provinsi melakukan pelestarian koleksi deposit. Perpustakaan Provinsi dan Perpustkaan Kabupaten/ Kota melakukan pelestarian koleksi yang memuat budaya daerah.

 STANDAR SARANA DAN PRASARANA

Standar Sarana dan Prasarana memuat kriteria paling sedikit mengenai lahan, gedung, ruang, perabot dan peralatan. Selain itu, standar sarana prasarana perpustakaan harus memenuhi aspek teknologi, kontruksi, ergonomis, lingkungan, kecukupan, efesiensi, dan efektivitas.

Setiap perpustakaan wajib memiliki sarana penyimpanan koleksi, sarana akses informasi, dan sarana pelayanan perpustakaan. Sarana penyimpanan koleksi paling sedikit berupa perabot yang sesuai dengan bahan perpustakaan yang dimiliki. Begitu pula dengan sarana akses informasi, untuk sarana akses informasi paling sedikit berupa perabot, peralatan, dan sarana temu kembali bahan perpustakaan dan informasi.

Sedangkan untuk sarana pelayanan perpustakaan, paling sedikit berupa perabot dan peralatan yang sesuai dengan jenis pelayanan perpustakaan.

Setiap perpustakaan yang telah memiliki sarana, dapat melengkapi sarana teknologi informasi dan komunikasi untuk pengelolaan koleksi, penyelenggaraan pelayanan, pengembangan perpustakaan dan kerjasama perpustakaan.

Setiap perpustakaan wajib memiliki lahan dan gedung atau ruang berada dilokasi yang mudah diakses, aman dan nyaman. Untuk gedung perpustakaan, paling sedikit memiliki ruang koleksi, ruang baca dan ruang staf yang ditata secara efektif, efisien dan estetik. Sedangkan untuk ruang perpustakaan, paling sedikit memiliki area koleksi, baca dan staf yang ditata secara efektif, efisien dan estetik. Perpustakaan juga harus memiliki fasilitas umum dan khusus.


STANDAR PELAYANAN PERPUSTAKAAN

Standar pelayanan perpustakaan memuat kriteria paling sedikit mengenai sistem dan jenis pelayanan yang berlaku untuk semua jenis perpustakaan.

Sistem pelayanan perpustakaan terdiri atas sistem terbuka dan tertutup yang ditentukan oleh setiap perpustakaan. Untuk jenis pelayanan perpustakaan terdiri dari pelayanan teknis dan pelayanan pemustaka. Pelayanan teknis perpustakaan mencakup pengadaan dan pengolahan bahan perpustakaan, sedangkan untuk pelayanan pemustaka meliputi pelayanan sirkulasi dan pelayanan referensi.

Administrasi pelayanan perpustakaan dilaksanakan untuk semua jenis kegiatan pelayanan perpustakaan yang diselenggarakan dengan tujuan memudahkan dan menjamin keefektifan pelaksanaan kerja dalam pengelolaan pelayanan perpustakaan.

Administrasi pelayanan perpustakaan merupakan bukti pertanggungjawaban dalam pelaksanaan tugas pelayanan dengan mengikuti pola dan cara yang baku atau yang berlaku dalam organisasi badan induknya


Waktu dan jumlah jam pelayanan perpustakaan disesuaikan dengan kebutuhan pemustaka dengan mempertimbangkan kemudahan pemustaka dalam menggunakan perpustakaan. Perpustakaan dapat melakukan kerja sama pelayanan dengan perpustakaan lain atau dengan sesama unit kerja dalam lingkup organisasi.

STANDAR TENAGA PERPUSTAKAAN

Standar Tenaga Perpustakaan memuat kriteria minimal mengenai kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikasi. Tenaga perpustakaan terdiri atas pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan serta dapat memiliki tenaga ahli dalam bidang perpustakaan.

Tenaga Pustakwan

Pustakawan memiliki kualifikasi akademik paling rendah diploma dua (D-II) dalam bidang perpustakaan dari perguruan tinggi yang terakreditasi serta harus memiliki kompetensi profesional (mencakup aspek pengetahuan, keahlian, dan sikap kerja) dan kompetensi personal (mencakup aspek kepribadian dan interaksi sosial). Selain itu, pustakawan juga harus memiliki sertifikat kompetensi yang diberikan oleh lembaga sertifikasi

Tenaga Teknis Perpustakaan

Tenaga teknis perpustakaan melaksanakan kegiatan yang bersifat membantu pekerjaan fungsional yang dilaksanakan pustakawan serta melaksanakan fungsi perpustakaan lainnya yang terdiri atas tenaga teknis komputer, tenaga teknis audio visual, tenaga teknis ketatausahaan, dan tenaga teknis lainnya.

Perpustakaan dipimpin oleh seorang kepala yang berasal dari pustakawan yang memiliki kompetensi profesional, kompetensi personal, kompetensi manajerial, dan kompetensi kewirausahaan sesuai dengan jenis perpustakaan.

Kepala Perpustakaan Nasional, perpustakaan provinsi, perpustakaan kabupaten/kota, dan perpustakaan perguruan tinggi adalah pustakawan atau tenaga ahli dalam bidang perpustakaan yang memiliki kriteria :
  • Kualifikasi akademik paling rendah magister (S-2) atau magister terapan untuk Perpustakaan Nasional dan perpustakaan perguruan tinggi dan paling rendah sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV)/sarjana terapan untuk perpustakaan provinsi dan perpustakaan kabupaten/kota.
  • Memiliki pengalaman bekerja untuk Perpustakaan Nasional paling singkat 10 (sepuluh) tahun dan perpustakaan provinsi/kabupaten/kota, dan perpustakaan perguruan tinggi paling singkat 5 (lima) tahun serta mampu berbahasa Inggris baik lisan maupun tulis dan memahami teknologi informasi.
Kriteria kepala perpustakaan khusus dan perpustakaan sekolah/madrasah ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

STANDAR PENYELENGGARAAN

Standar penyelenggaraan memuat kriteria paling sedikit mengenai penyelenggaraan perpustakaan di berbagai jenis perpustakaan. Standar penyelenggaraan perpustakaan mencakup prosedur pengadaan dan pendayagunaan sumber daya perpustakaan, serta prosedur layanan informasi pada setiap jenis perpustakaan.

STANDAR PENGELOLAAN

Standar pengelolaan perpustakaan memuat kriteria paling sedikit mengenai :
  • Perencanaan (meliputi rencana strategis, rencana kerja, dan rencana kerja tahunan)
  • Pelaksanaan (diukur melalui indikator kinerja perpustakaan)
  • Pengawasan (meliputi supervisi, evaluasi dan pelaporan)


Sumber : PP 24 Tahun 2014