Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Baru, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

google.co.id

Bahasa merupakan alat komunikasi sosial yang berupa sistem simbol bunyi yang dihasilkan oleh manusia. Dalam berkomunikasi sehari-hari alat yang sering digunakan untuk berkomunikasi adalah bahasa, baik berupa tulisan maupun lisan, (Wikipedia).

Di era globalisasi yang serba digital saat ini, banyak perubahan-perubahan mendasar yang terjadi, baik perubahan yang bersifat positif dan maupun negatif. Salah satu dampak negatif yang paling nyata terlihat adalah penggunaan ejaan (EYD) bahasa Indonesia. 

Indonesia salah satu diantara negara yang ada di dunia sebagai negara dengan suku, bangsa, dan bahasa yang beragam. Namun demikian, seluruh rakyat Indonesia harus menjunjung tinggi bahasa kesatuan yaitu Bahasa Indonesia.

Untuk memantapkan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara, diperlukan penyempurnaan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Rebublik Indonesia telah menerbitkan Permendikbud Nomor 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. 

Pada lampiran Permendikbud Nomor 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, menguraikan tentang :
  • Pemakaian Huruf
  • Penulisan Kata


  • Pemakaian Tanda Baca, dan


  • Penulisan Unsur Serapan




Permendikbud Nomor 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia mulai berlaku sejak tanggal diundangkan (30 November 2015), dengan demikian Permendiknas Nomor 46 Tahun 2009 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dinyatakan di cabut (tidak berlaku lagi).